Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Dihantam Pandemi, Produksi Freeport Baru Normal Tahun 2022

- Apahabar.com Minggu, 11 Oktober 2020 - 20:26 WIB

Dihantam Pandemi, Produksi Freeport Baru Normal Tahun 2022

Selama pandemi Covid-19 PT Freeport akan memaksimalkan tambang bawah tanah mereka. Foto-Getty Images

apahabar.com, JAKARTA – Tambang PT Freeport Indonesia diramalkan baru akan berproduksi normal pada rentang 2022-2023.

“Hari ini kami sudah transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah. Produksi tambang Freeport sekarang ini tidak dalam kapasitas normal. Produksi kami baru sekitar 60 persen. Normalnya itu diperkirakan dari rencana pertambangan kita yaitu tahun 2022-2023,” kata Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma di Timika, Minggu (11/9), dilansir Antara.

Dengan kapasitas produksi baru sekitar 60 persen dari kondisi normal selama masa transisi maka secara otomatis akan berdampak pada pendapatan perusahaan.

Termasuk alokasi dana kemitraan yang akan dikucurkan kepada masyarakat lokal yang saat ini pengelolaannya dipercayakan kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

“Kalau produksi kami hanya 60 persen maka otomatis dana ini akan terganggu bahkan dana satu persen juga akan terganggu sampai kondisi pertambangan kita kembali normal. Selama masa transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah sekarang ini tidak ada lagi penambangan di atas, semua turun ke bawah untuk menyiapkan areanya dan segala infrastruktur yang dibutuhkan,” jelas Claus.

Saat ini produksi tambang Freeport di wilayah Tembagapura, Mimika masih terus berjalan sekalipun pandemi COVID-19.

“Semua tetap berjalan sesuai dengan target dan rencana yang ditetapkan perusahaan, tentu dengan mengedepankan protokol Covid-19. Produksi tetap jalan lancar, tidak ada kendala,” tambah VP Govrel PT Freeport Indonesia Jonny Lingga.

Aktivitas produksi tambang Freeport beberapa waktu lalu sempat terhambat saat terjadi pemalangan dan pemogokan karyawan di Mile 72 untuk menuntut penyediaan bus cuti kerja sementara di Timika dan pembayaran insentif selama masa pandemi.

“Saat pemogokan itu produksi sempat terhenti selama empat hari. Kalau sekarang sudah normal kembali, sudah tidak ada lagi persoalan dengan rekan-rekan karyawan,” jelasnya.

Beberapa hari lalu, manajemen PT Freeport Indonesia bersama (YPMAK) diundang oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng guna membicarakan menyangkut kelanjutan pengelolaan dana kemitraan atau yang populer dikenal sebagai dana satu persen.

Dana kemitraan itu dihitung satu persen dari pendapatan kotor hasil penjualan produk (bijih tambang) Freeport sebelum dikurangi dengan pajak dan komponen biaya lainnya

Dana kemitraan dikucurkan PT Freeport Indonesia sejak 1996 untuk tujuan pemberdayaan masyarakat asli sekitar area pertambangan yaitu Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di Kabupaten Mimika, Papua.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gila! Logo Sponsor Terkecil di Motor Rossi Senilai Rp2,5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Raih Predikat Perusahaan Terbaik untuk Bekerja 2020 Tingkat Asia
apahabar.com

Ekbis

7 Kontrak Tambang Batu Bara Berakhir Hingga 2025, Termasuk Arutmin dan Adaro
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Perkasa, Menguat ke Rp14.715/USD
apahabar.com

Ekbis

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat

Ekbis

Meski Hari Ini Rupiah Melemah, Tapi Masih Bikin Untung
apahabar.com

Ekbis

Angkasa Pura I Kerja Sama Inisiasi Koridor Sehat dengan IIAC di Korsel
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabe Masih Sepedas Rasanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com