Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Dilarang Demo Omnibus Law, Mahasiswa Banjarmasin: Kami Tetap Bergerak!

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 13:21 WIB

Dilarang Demo Omnibus Law, Mahasiswa Banjarmasin: Kami Tetap Bergerak!

Demo tolak Omnibus Law. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Dilarang gelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja, Mahasiswa tak gentar.

Pasalnya, mereka menilai surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu mencederai visi atau program Kampus Merdeka.

Seperti diketahui, Kemendikbud mengeluarkan surat edaran yang mengimbau agar mahasiswa tidak ikut demonstrasi.

Hal ini tertuang dalam surat edaran Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nomor 1035/E/KM/2020 perihal Imbauan Pembelajaran secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja.

“Inilah bentuk ketidakpercayaan diri pemerintah pada undang undang yang mereka ciptakan baik dari legislatif maupun eksekutif mereka tidak percaya diri dan hari ini mereka rendah,” ujar Ketua BEM ULM sekaligus Koorwil BEM se-Kalsel, Ahdiat Zairullah kepada apahabar.com, Senin (12/10/2020) siang.

Surat edaran tersebut kata Ahdiat sebagai alat peredam massa aksi diseluruh wilayah. Dan seharusnya menurutnya masyarakat tidak dipaksa mensetujui yang sudah jadi.

Sebab sosialisasi, diskusi atau perdebatan seharusnya dilakukan sebelum UU itu di sah kan.

“Hari ini kita tidak akan menerima sosialisasi itu karena harusnya pengaktifan sosialisasi pencerdasan terkait omnibus law ini harusnya sebelum disah kan, nah ini kita tidak boleh dipaska menerima sesuatu yang jadi,” jelasnya

Meski, katanya dosen terlibat dalam sosialisasi UU Cipta Kerja, mahasiswa tidak terpengaruh.

Ditambah lagi, pelarangan demonstrasi mahasiswa tidak sesuai dengan program kampus merdeka. Dimana kata Ahdiat kampus merdeka ialah merdeka berpikir dan bertidak.

“Nah kenapa kemudian dosen dosen disuruh mensosialisasikan, itu hanya untuk meredam massa aksi, dan kami tidak akan melakukan itu,” terangnya kepada media ini.

Kemudian, terkait imbauan larangan demo dan sebagainya juga dinilai Ahdiat sangat bertentangan dengan visi atau program yang dibangun oleh Nadiem Makarim sebagai Mendikbud.

“yaitu kampus merdeka yang sejatinya bebas dalam artian merdeka berpikir merdeka bertindak saya rasa Nadiem Makarim sendiri yang mencederai kampus merdeka itu,” ucapnya.

Ia mewakili mahasiswa Kalsel menegaskan mahasiswa tidak akan mematuhi imbauan dari kemendikbud itu.
“Kami akan tetap bergerak,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Responsif ASN HSS, Sisihkan Uang Untuk Belikan PKL Masker
apahabar.com

Kalsel

Mencemari Udara Marabahan, PT Talenta Dituntut Bertanggungjawab
apahabar.com

Kalsel

HUT ke-74 Bhayangkara, Kapolri Sumbang 4 Ton Beras ke HST
apahabar.com

Kalsel

Warga di Tapin Dites PCR 13 Kali Baru Dinyatakan Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Penutupan Toko di Sudimampir, Pedagang Kecam Wali Kota
apahabar.com

Kalsel

Dampak Covid-19, Warung Wadai di Tanbu Sepi Pembeli
apahabar.com

Kalsel

Debat Capres, Jokowi Dinilai Menguasai Materi
apahabar.com

Kalsel

HUT ke-74 RI, Bintang LVRI untuk Nadjmi Adhani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com