Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Dipukul Pandemi, Jutaan Orang di AS Kehilangan Pekerjaan Permanen

- Apahabar.com Minggu, 4 Oktober 2020 - 12:14 WIB

Dipukul Pandemi, Jutaan Orang di AS Kehilangan Pekerjaan Permanen

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dipukul Pandemi Covid-19, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat jumlah pekerja yang berpotensi kehilangan pekerjaan secara permanen naik sebanyak 345 ribu.

Angka itu merupakan level tertinggi yang pernah dicatat Amerika, yang berpotensi membuat pekerjaan hilang selamanya menjadi 3,8 juta pada September 2020, seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu (4/10).

Artinya, harapan mereka yang cuti tanpa gaji atau kehilangan pekerjaan sementara kemungkinan besar menjadi permanen karena banyak bisnis gulung tikar.

Biro Statistik AS mencatat pasar tenaga kerja tenggelam hampir tiga kali lipat ke level terendahnya dalam 19 tahun terakhir sejak Februari 2020, tepat sebelum letusan pandemi covid-19.

Austan Goolsbee, mantan penasihat ekonomi Presiden Barrack Obama, menyebut kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini merupakan pertanda buruk. “Lonjakan pengangguran permanen adalah bukti nyata dampak krisis kesehatan,” terang dia.

Selama ini, menurut dia, Departemen Tenaga Kerja mengklasifikasikan pekerjaan yang hilang bersifat sementara.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa berarti bahwa pengangguran sementara akan kehilangan pekerjaan mereka selamanya.

Secara persentase, pengangguran permanen Amerika naik menjadi 35,6 persen pada September. Angka ini melonjak dari hanya 11,1 persen pada April.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga untuk rencana pemulihan ekonomi setelah pandemi,” tutur Ekonom PNC Gus Faucher.

Kabar baiknya, Amerika sudah memulihkan lebih dari separuh pekerjaan yang hilang selama pandemi. Tercatat, 661 pekerjaan bertambah pada September setelah bisnis dibuka kembali.

Namun, kabar buruknya, momentum pemulihan bursa kerja sudah hilang. “Bagian termudah dari pemulihan pasar tenaga kerja sudah di belakang kita sekarang,” imbuh Ekonom Fitch Ratings Brian Coulton.

Sekadar mengingatkan, dalam beberapa pekan terakhir ini, perusahaan kelas kakap, seperti Disney, AllState, dan Raytheon Technologies telah mengumumkan ribuan PHK.

Goldman Sachs juga memangkas ratusan pekerjaan setelah sebelumnya menyetop PHK selama pandemi corona.

Lebih parahnya lagi, sekaligus menandai hari terburuk PHK dalam sejarah industri penerbangan, American Airlines dan United Airlines gagal mendapatkan bantuan lebih banyak, sehingga memutuskan memangkas total 32 ribu pekerjaan dalam waktu dekat.

“Kerusakan ekonomi Amerika kemungkinan menjadi lebih jelas pada kuartal keempat karena lebih banyak perusahaan menyerah, menutup bisnis mereka, dan PHK,” tutur Kepala Strategi Principal Global Investors Seema Shah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Drone Turki Jadi Kekuatan Baru di Tengah Dominasi AS, Israel dan China
apahabar.com

Internasional

Rusia Hadiahkan Uang Taliban untuk Bunuh Tentara AS di Afganistan

Internasional

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi
apahabar.com

Internasional

Helikopter Taiwan Jatuh, Dua Tentara Gugur
apahabar.com

Internasional

Peneliti Oxford Kembangkan Tes Dapat Deteksi Covid-19 dalam 5 Menit
apahabar.com

Internasional

Imbas Pandemi, Ekonomi Inggris Memasuki Resesi
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Turut Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad
apahabar.com

Internasional

KBRI London Ingatkan WNI Kemungkinan Covid-19 Gelombang Kedua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com