Dampak Libur Panjang, Banjarbaru Kembali Zona Merah! Dikejar Polisi, ASN Buang Sabu dari Jendela Mobil di Banjarmasin Sejumlah Guru di Banjarbaru Positif Covid-19, 2 Sekolah Hentikan Pembelajaran Tatap Muka BREAKING NEWS! Kabar Duka, Ananda Suami Mama Lita MasterChef Meninggal Dunia Geger Buaya Pemangsa Petambak di Kotabaru Muncul ke Permukaan

Dosen Ekonomi Bisnis UHAMKA: UU Cipta Kerja Berdampak Positif Bagi Industri Keuangan Syariah

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:11 WIB

Dosen Ekonomi Bisnis UHAMKA: UU Cipta Kerja Berdampak Positif Bagi Industri Keuangan Syariah

ilustrasi Sumber: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Penerapan UU Cipta Kerja bisa berdampak positif dalam meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah di Indonesia. Hal itu berdasar pengamatan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA Faozan Amar.

“Indonesia 5,3 persen, Malaysia sudah 23,8 persen, Arab Suadi 51,1 persen dan Uni Emirat Arab 19,6 persen. Ini menarik dikaji kenapa pangsa pasar Industri keuangan syariah di Indonesia masih kecil,” kata Faozan Amar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (29/10).

Menurut Faozan yang juga menjabat sebagai Sekrearis Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah itu, UU Cipta Kerja dinilai memiliki dampak positif pada industri keuangan syariah, yang mencakup perbankan syariah, Industri keuangan syariah (non-bank) dan pasar modal syariah.

Sekarang, masih menurut dia, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri keuangan syariah antara lain keterbatasan permodalan dan keribetan di dalam mengurus perizinan.

“Saat ini, ngurus CV saja harus ke Kementerian Hukum dan HAM. Ini ribet banget. Dalam UU Cipta Kerja ada penyederhanaan perizinan,” tutur Faozan.

Ia berpendapat bahwa ada beberapa poin dalam UU Cipta Kerja yang memberikan peluang positif bagi pelaku usaha industri keuangan syariah.

Faozan mencontohkan soal perbankan syariah yang diatur dalam paragraf 4 Pasal 79 UU Cipta Kerja.

“Peluang pertama, dalam butir 3 (Pasal 79) tentang permodalan. Dalam UU sebelumnya, aturan mengenai permodalan diatur sesuai dengan regulasi Bank Indonesia. Sedangkan dalam UU Cipta Kerja peraturan tersebut kini diatur oleh regulator penanaman modal. Ini adalah peluang bagus,” ujar Fauzan.

Sedangkan peluang kedua, lanjutnya, terdapat dalam butir 1 tentang kepemilikan bank yang semula diatur mengenai ketentuan pelengkap. Namun, dalam UU Cipta Kerja ketentuan pelengkap tersebut dihilangkan, dengan kata lain menjadi lebih mudah.

Menurut Faozan, selain perbankan syariah, Omnibus Law ini juga beri manfaat bagi koperasi dengan prinsip syariah, yang sekarang pendirian koperasi dengan prinsip syariah dipermudah dengan adanya Pasal 86 UU Cipta Kerja, yang menambahkan Pasal 44A dalam UU Perkoperasian.

Aturan baru ini, ujar dia, adalah peluang bagus untuk mendirikan koperasi dengan prinsip syariah demi penciptaan lapangan kerja, mengingat saat ini jumlah koperasi jenis ini baru ada 4.500-5.500 unit.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Arief Mufraini, mengatakan bahwa pengaturan dalam UU Cipta Kerja soal penanaman modal asing pada perbankan syariah itu penting.

“Penambahan modal seharusnya akan memberikan ruang yang lebih baik dalam perbankan syariah atau Islamic banking,” jelasnya.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah sedang bekerja keras untuk membangkitkan industri keuangan syariah domestik, karena industri ini seperti raksasa yang sedang tertidur.

“Industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang tidur, saat ini pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini,” kata Presiden Jokowi, dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu (28/10).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Berikut 2 Model Motor Honda Paling Laris Sepanjang 2020
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Raih Predikat Perusahaan Terbaik untuk Bekerja 2020 Tingkat Asia
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp Punya Fitur Baru: Mute Selamanya
apahabar.com

Ekbis

Lion Air Kalselteng Yakin Tak Terpengaruh Tarif Batas Atas
apahabar.com

Ekbis

Memasuki New Normal, Omset Penjualan Toko Kelontong di Banjarbaru Menggeliat
apahabar.com

Ekbis

Efek BI Turunkan Suku Bunga Acuan, IHSG Menghijau Sore Ini
apahabar.com

Ekbis

Investor Asing Bakal Serbu Indonesia, Investasikan Rp 2.292 Triliun

Ekbis

Pengamat Ekonomi: UU Cipta Kerja Permudah Regulasi yang Hambat Usaha
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com