Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Dugaan Kekerasan ke Jurnalis saat Demo, Kadiv Humas Polri: Kami Melindungi Wartawan

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 18:56 WIB

Dugaan Kekerasan ke Jurnalis saat Demo, Kadiv Humas Polri: Kami Melindungi Wartawan

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono terkait dugaan kekerasan ke jurnalis pada demo anti-Omnibus Law di Jakarta. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Beberapa jurnalis mengaku mengalami intimidasi dari oknum polisi saat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. Bagaimana tanggapan Polri?

“Pada hakikatnya emang harus jujur mengakui bahwa kita melindungi wartawan. Kadang-kadang kalau situasi chaos, anarkis, kadang-kadang anggota juga melindungi dirinya sendiri,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10).

Argo mengingatkan bahwa antara personel kepolisian dengan wartawan juga harus saling bekerja sama di lapangan. Dia mengatakan, apabila mendapat intimidasi wartawan tersebut harus bisa menunjukkan identitasnya.

“Kita kerja sama, komunikasi di lapangan dan kemudian mempunyai identitas yang jelas, dilihat oleh teman-teman anggota. Sampaikan saja di sana bahwa saya seorang wartawan saya ingin meliput,” ujar Argo dikutip apahabar.com dari Detikcom.

Dikatakan Argo, wartawan seharusnya berada di belakang polisi saat meliput demo yang berujung kericuhan. Argo memastikan para wartawan akan terlindungi jika berada di belakang polisi.
“Kan nggak mungkin (wartawan) di depan anggota pada saat ada lempar-lemparan. Mereka pasti di belakang, bisa terlindungi oleh anggota itu sendiri,” sebutya.

Seperti diketahui, sejumlah wartawan mengaku diintimidasi oleh polisi saat meliput demonstrasi menolak UU Cipta Kerja kemarin. Wartawan CNNIndonesia.com salah seorang di antara mereka.

Selaku korban, Thohirin menjelaskan insiden kekerasan dan intimidasi yang dialaminya. Saat itu dia sedang bertugas meliput demo di sekitar Simpang Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis malam.

“Kepala saya dipukul pakai tangan, satu sampai tiga kali, saya lupa. Hp saya dirampas, dibuka, diperiksa galeri, kemudian dibanting. ID pers saya juga diambil lalu dibuang,” kata Thohirin menceritakan kejadian tersebut.

CNNIndonesia menuliskan kejadian itu bermula sekitar pukul 20.47 WIB, saat itu aparat mulai memukul mundur massa aksi yang sebelumnya menguasai Simpang Harmoni. Aparat berkali-kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Peta Sebaran Corona Jatim Tertinggi di Surabaya
apahabar.com

Nasional

Digugat Investor Rp5 Miliar, Ustaz Yusuf Mansyur: Saya Nggak Lari
apahabar.com

Nasional

Pipa Pertamina Terbakar, Satu Orang Dikabarkan Tewas
ampahar,com

Nasional

19 Karyawan PLN Hilang Diterjang Tsunami di Tanjung Lesung
apahabar.com

Nasional

TNI AL Kirim Kapal Perang ke Perbatasan, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Seorang Dokter
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,5 SR Guncang Halmahera Barat
apahabar.com

Nasional

Jelang Puncak Haul Guru Sekumpul, Ini Prediksi Pihak Bandara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com