3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Resmi Perpanjang Restrukturisasi Kredit Sampai Setahun

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:30 WIB

Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Resmi Perpanjang Restrukturisasi Kredit Sampai Setahun

Ilustrasi OJK. Foto-Katadata/Agung Samosir

apahabar.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama setahun untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi.

Hal itu dilakukan setelah memperhatikan asesmen terakhir OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini pada saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada 23 September 2020.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi di tengah masa pandemi ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat (23/10).

OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per 28 September 2020 sebesar Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara, NPL pada September 2020 sebesar 3,15 persen menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22 persen.

Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dalam enam bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dukung Pemerintah Majukan Pariwisata, Telkomsel Perkuat Kualitas di 5 Lokasi Prioritas
apahabar.com

Ekbis

Paket J&T Laris Manis karena Promo, FMCG Paling Banyak Dikirim

Ekbis

Agen ‘Nakal’ hingga Pengecer Sepeda Motor Menjamur, LPG di Kalsel Jadi Langka?
apahabar.com

Ekbis

Harga Karet Anjlok, Sebagian Warga Nupang Nuding Bercocok Tanam
apahabar.com

Ekbis

Selama PSBB Banjarmasin, Ojol Boleh Bawa Penumpang

Ekbis

Usaha Kreatif Sablon Kaos Jadi Potensi Bisnis, Rifani Kebanjiran Pelanggan
apahabar.com

Ekbis

Triwulan Ketiga 2019, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp15,12 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Libur Panjang Akhir Tahun, Trafik Data XL Axiata Kalselteng Signifikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com