Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Resmi Perpanjang Restrukturisasi Kredit Sampai Setahun

- Apahabar.com     Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:30 WITA

Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Resmi Perpanjang Restrukturisasi Kredit Sampai Setahun

Ilustrasi OJK. Foto-Katadata/Agung Samosir

apahabar.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama setahun untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi.

Hal itu dilakukan setelah memperhatikan asesmen terakhir OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini pada saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada 23 September 2020.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi di tengah masa pandemi ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat (23/10).

OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per 28 September 2020 sebesar Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara, NPL pada September 2020 sebesar 3,15 persen menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22 persen.

Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dalam enam bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Terlemah di Asia Rp 14.030/US$
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Sebut IA-CEPA Bakal Tingkatkan Keterbukaan Perdagangan dan Investasi
apahabar.com

Ekbis

PHE-Medco E&P Simenggaris Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Ekbis

Diskriminasi Sawit Indonesia, Hipmi Dukung Jokowi Protes Eropa
apahabar.com

Ekbis

Gaya Hidup Milenial Bukan Alasan Sektor Ritel Lesu
apahabar.com

Ekbis

Digitalisasi, Solusi UMKM Bisa Bertahan Kala Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Yuan Kembali Menguat Terhadap Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Aksi Pelaku Bom Medan Buat Driver Ojol Resah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com