Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Gara-Gara Stimulus AS, Rupiah Susah Menguat

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:12 WIB

Gara-Gara Stimulus AS, Rupiah Susah Menguat

Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar pada Kamis (15/10) ini agaknya sulit menguat. Itu terbendung oleh pupusnya harapan stimulus fiskal Amerika Serikat.

Pada pukul 9.43 WIB, seperti dilaporkan Antara rupiah bergerak stagnan di level Rp14.718 per dolar AS. Atau sama dengan penutupan hari sebelumnya.

“Isu stimulus AS mungkin memberikan tekanan untuk rupiah setelah Menteri Keuangan AS memberikan penegasan bahwa kesepakatan stimulus bakal terjadi setelah pemilu presiden karena banyak perbedaan yang belum disepakati,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (15/10).

Selain itu pasar juga mewaspadai rencana demo buruh yang akan berlangsung selama sepekan ke depan

“Tapi di sisi lain aksi net buy asing di pasar saham Indonesia bisa membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS,” ujar Ariston.

Ia menuturkan melihat faktor-faktor di atas, rupiah mungkin masih akan bergerak datar (sideway) di kisaran yang sama dengan Rabu (14/10) kemarin.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Rabu (14/10) lalu, rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.718 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.725 per dolar AS.

Di saat yang sama, Wall Street dibuka lebih rendah ketika para investor kehilangan harapan bahwa stimulus fiskal AS itu baru akan disetujui sebelum pemilihan presiden pada 3 November.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Alasan Kementan Musnahkan Jamur Enoki dari Korsel
apahabar.com

Ekbis

Jelang Rilis Data Persediaan AS, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,9 Persen, BI: Masih Positif 
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Berupaya Mendorong Industri Karet Berkelanjutan
apahabar.com

Ekbis

Berada di Bawah Kaltim dan Kalbar, Investasi di Kalsel Harus Dievaluasi
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Sarang Burung Walet ke China Dikuasai Pengusaha Asal Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Pengusaha Dorong Kaji Ulang Pajak Penghasilan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com