Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Gempa di Turki, 6 Tewas dan 202 Luka-Luka

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 23:56 WIB

Gempa di Turki, 6 Tewas dan 202 Luka-Luka

Sejumlah pekerja penyelamat berkumpul di sebuah bangunan yang ambruk untuk mencari korban akibat gempa bumi bermagnitudo 6,8 di Elazig, Turki, (24/1/2020). Foto-Reuters/Sertac Kayar via Antara

apahabar.com, ISTANBUL – Menurut Kepresidenan Manajemen Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD), Jumat (30/10) sebanyak 6 orang tewas dan 202 terluka dalam gempa kuat yang mengguncang Laut Aegea.

Dilansir Antara, seorang menteri mengatakan bahwa gempa yang getarannya dirasakan di Yunani dan Turki itu telah membuat sejumlah bangunan rubuh di provinsi pesisir Izmir dan orang-orang terperangkap di dalam reruntuhan.

Para saksi menyatakan orang-orang berkerumun di jalan-jalan Kota Izmir usai gempa dengan magnitudo 7,0 itu mengguncang kota.

Getaran dapat dirasakan bahkan hingga Istanbul dan di pulau-pulau Yunani, di mana menurut sejumlah pejabat, orang-orang panik namun tidak ada laporan korban sejauh ini.

Terdapat berbagai laporan terkait kerusakan properti. Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menyebut enam bangunan telah runtuh di dua distrik di kota pesisir Izmir.

Sementara itu, Menteri Urbanisasi Murat Kurum menyebut lima bangunan telah runtuh di area tersebut, dan menambahkan bahwa sejumlah orang terperangkap di dalam puing-puing bangunan.

Adapun Wali Kota Izmir Tunc Soyer menyebut hampir 20 bangunan telah runtuh di provinsi itu.

Dalam sebuah cuitan di Twitter, Soylu mengatakan tidak ada laporan korban jiwa dari enam provinsi lain, di mana gempa juga dirasakan, namun menambahkan bahwa terdapat sejumlah retakan kecil di beberapa bangunan.

Ilke Cide, seorang mahasiswa doktorat yang sedang berada di kawasan Guzelbahce di Izmir saat gempa terjadi, mengatakan dia pergi menjauh dari pantai setelah air naik usai gempa.

“Saya sangat terbiasa dengan gempa… jadi saya tidak begitu khawatir awalnya namun kali ini sangat mengerikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa gempa tersebut berlangsung selama 25 hingga 30 detik.

Dilewati oleh garis patahan utama, Turki adalah salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada Agustus 1999 ketika gempa berkekuatan 7,6 magnitudo melanda Izmit, sebuah kota di tenggara Istanbul.

Pada 2011, gempa di bagian timur kota Van menewaskan lebih dari 500 orang.

Kepresidenan Manajemen Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD) mengatakan timnya telah dikirim ke wilayah gempa pada Jumat.

Penduduk Pulau Samos Yunani, yang memiliki populasi sekitar 45.000, didesak untuk menjauh dari daerah pesisir, sebagaimana dikatakan kepala organisasi Yunani untuk perencanaan anti-seismik, Eftyhmios Lekkas, pada Skai TV Yunani.

“Ini adalah gempa yang sangat besar, sulit untuk terjadi gempa yang lebih besar,” kata Lekkas.

Peringatan gelombang pasang tinggi diberlakukan di Samos.

“Kami belum pernah mengalami hal seperti ini,” kata George Dionysiou, wakil walikota setempat. “Orang-orang panik.” Seorang juru bicara kepolisian Yunani mengatakan ada kerusakan pada beberapa bangunan tua di pulau itu, tanpa ada laporan korban luka.

AFAD menyebutkan kekuatan gempa sebesar 6,6 magnitudo, sedangkan Survei Geologi AS mengatakan 7,0 magnitudo.

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 11:50 GMT (pukul 18:50 WIB) dan dirasakan di sepanjang pantai Aegean Turki dan wilayah barat laut Marmara, menurut laporan media.

AFAD mengatakan pusat gempa berada sekitar 17 km (11 mil) di lepas pantai provinsi Izmir, pada kedalaman 16 km. Survei Geologi AS mengatakan kedalamannya 10 km dan pusat gempa berada 33,5 km di lepas pantai Turki.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Hentikan Sementara Penerbangan Internasional
apahabar.com

Internasional

Malaysia Akhiri PKPB 9 Juni, Masyarakat Diperbolehkan Lakukan Perjalanan
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 di AS: 1.761.503 Kasus, 103.700 Kematian
apahabar.com

Internasional

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden
apahabar.com

Internasional

Dituding Berada di Balik Virus Corona, Simak Jawaban Bill Gates
apahabar.com

Internasional

Ada Kabar Baik Vaksin, WHO: Tak Ada Waktu Berpuas Diri Terhadap Virus Corona
apahabar.com

Internasional

PM Inggris: Kemarahan Atas Kematian Floyd Tidak Dapat Diabaikan
apahabar.com

Internasional

Sebelum di Wuhan, Jejak Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com