Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Gila! Petani Amuntai Cuma Diupah 2 Butir Obat untuk Jadi Kurir

- Apahabar.com Jumat, 2 Oktober 2020 - 21:20 WIB

Gila! Petani Amuntai Cuma Diupah 2 Butir Obat untuk Jadi Kurir

Rustam harus berurusan dengan penyidik Polsek Amuntai Utara karena obatan-obatan tanpa merk. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pihak kepolisian terus mendalami penangkapan Rustam alias Lakong saat operasi yustisi di Desa Panangkalaan Hulu RT 01, Kecamatan Amuntai Utara pada Selasa (29/9) lalu.

Kapolsek Amuntai Utara Ipda Warsono menyatakan Rustam alias Lakong bukanlah pemilik 100 butir obat tanpa merek itu.

Petani asal Desa Desa Sungai Turak Dalam, Kecamatan Amuntai Utara tersebut rupanya hanya kurir.

“Bukan (pemilik) mas. Pelaku cuma diminta seseorang untuk mengantarkan saja,” kata Ipda Warsono kepada apahabar.com melalui gawainya, Jumat (2/10).

Kepada polisi, Rustam alias Lakong mengaku sudah tiga kali menjadi kaki tangan pengedar obat-obatan terlarang di Amuntai.

“Pengakuannya yang ketiga kali dengan saat penangkapan ini,” tutur Ipda Warsono.

Pengiriman pertama, pelaku mengantar 6 butir obat tanpa merek. Pengiriman kedua, sebanyak 8 butir. Dan ketiga sebanyak 100 butir.

“Setiap mengantar obat tanpa merek ini, pelaku mendapat upah 2 butir obat. Nah kali ini pun demikian, cuma dia diupah 2 butir obat dan sudah dia telan sebelum berangkat mengantar obat tanpa merek,” beber Kapolsek.

Sebelumnya, pria 32 tahun ini harus berurusan dengan kepolisian lantaran membawa obat-obatan terlarang.

Rustam alias Lakong yang terjaring operasi yustisi kemudian dibawa ke Mapolsek setempat setelah kedapatan membawa ratusan obat-obatan terlarang.

Saat menggelar operasi yustisi di Panangkalaan Hulu, polisi melihat ada warga membawa motor tidak memakai helm.

Dia pun dihentikan untuk menanyakan surat-suratnya. Setelah didalami, rupanya Rustam membawa 100 butir obat tanpa merek.

Tim Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Ada Caleg yang Dihapus dalam Daftar, Siapa Mereka?
apahabar.com

Kalsel

Berjualan di Tikungan, Pedagang Pentol Jembatan Barito Ditertibkan
apahabar.com

Kalsel

Alasan Keselamatan Pengendara, Tiga Jembatan di Banjarmasin Diperkokoh
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Hujan Petir dan Kabut Mengintai Wilayah Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Usul Pengangkatan Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian
apahabar.com

Kalsel

1 Ton Langsat Siap Panen di Acara Banaik Langsat Desa Tanta Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Ketika Polisi di Kandangan Tanam Ribuan Pohon
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan RS Sultan Suriansyah Banjarmasin Terus Dipantau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com