3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Gunung Sinabung di Karo Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:56 WIB

Gunung Sinabung di Karo Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Kamis kembali erupsi dan meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter ke arah Timur-Tenggara. Foto-Antara

apahabar.com, MEDAN – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis (29/10) kembali erupsi dan meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter ke arah timur dan tenggara.

Kepala Pos Pantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra, mengatakan letusan Gunung Sinabung pada pagi itu memuntahkan awan dengan tinggi kolom mencapai 1.500 meter.

“Terjadi APG [awan panas guguran-red] pada 29 Oktober 2020 sekitar pukul 07.52 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah timur-tenggara dan tinggi kolom abu 1.500 meter,” kata Armen seperti dilansir Antara, Kamis.

Armen mengimbau warga untuk tidak memasuki zona merah Gunung Sinabung. Hal ini dikarenakan aktivitas Gunung Sinabung masih sangat tinggi dan sewaktu-waktu dapat terjadi letusan.

Masyarakat diminta menjauhi zona merah dengan jarak radius 5 km ke arah timur dan tenggara, dan 4 km ke arah timur utara dari Puncak Gunung Sinabung.

“Saat ini Gunung Sinabung masih dalam status siaga, masih berpotensi terjadi erupsi dan awan panas,” kata Armen.

Selain itu, selama libur panjang ini masyarakat juga diminta untuk tidak mendatangi sejumlah tempat wisata yang berada di zona merah akibat letusan Gunung Sinabung.

“Untuk destinasi wisata yang dilarang dimasuki adalah Lau Kawar. Karena lokasinya kan berada di kaki Gunung Sinabung, jadi wilayah tersebut masuk dalam zona berbahaya,” ujar Armen.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tetap Ikuti Prosedur Kesehatan, WHO Peringatkan Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi Terima Ucapan Selamat dari Sejumlah Kepala Negara
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Arahan Pengendalian Karhutla 2019 di Istana Negara
apahabar.com

Nasional

Laptop Nyambung ke Projector, Oknum Guru Nonton Film Porno Disaksikan Murid
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Calon Haji Diminta Jaga Kebugaran
apahabar.com

Nasional

Tunggu Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 6, Segini Kuotanya
apahabar.com

Nasional

Viral Air Mineral Mengandung Zat Besi, Cek Penjelasan BPOM Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Optimisme Pemerintah Redam Covid-19 di Indonesia Juni Mendatang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com