Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya

Guru Sejarah di Prancis Dipenggal Usai Perlihatkan Karikatur Nabi, 7 Orang Tersangka Diseret ke Meja Hijau

- Apahabar.com Rabu, 21 Oktober 2020 - 21:22 WIB

Guru Sejarah di Prancis Dipenggal Usai Perlihatkan Karikatur Nabi, 7 Orang Tersangka Diseret ke Meja Hijau

Ilustrasi Sumber: Istimewa

apahabar.com, PARIS – Usai terbunuhnya seorang guru sejarah di Prancis, Samuel Paty, kepolisian setempat membawa tujuh orang -termasuk dua anak di bawah umur- ke pada hakim.
Paty tewas dipenggal pada siang hari 16 Oktober di luar sekolahnya, di wilayah pinggiran Paris oleh seorang remaja 18 tahun asal Chechnya. Polisi kemudian menembak mati pelaku tersebut.

Penyidik menyebut pelaku itu melakukan aksi balas dendam atas korban yang menunjukkan gambar karikatur seorang pria telanjang yang disebut sebagai Nabi Muhammad di kelas dengan alasan kebebasan berekspresi. Sedangkan dalam kepercayaan Muslim, gambaran apapun dari Nabi Muhammad merupakan suatu penistaan.

Seorang orang tua siswa yang mengunggah video tuduhan bahwa Paty menggunakan karikatur tersebut di kelas adalah satu di antara tujuh orang yang diserahkan kepada hakim.

Richard Ferrand, Ketua Majelis Rendah Parlemen Prancis yang juga mantan guru, mengatakan kepada BFM TV bahwa orang tua harus “menjauh dari urusan sekolah dan tidak ikut campur dengan urusan para guru. Harus ada penyerahan otoritas secara penuh kepada para guru.”

Kejaksaan menyebut bahwa pelaku sempat menghampiri para siswa di luar sekolah dan meminta mereka menunjukkan Paty selagi ia keluar untuk pulang ke rumah.

Dua dari siswa tersebut menjadi bagian dari mereka yang diserahkan, juga termasuk Abdelhakim Sefrioui dari Perkumpulan Syekh Yassine -yang penutupannya akan diputuskan kemudian oleh kabinet Prancis.

Sebuah penghormatan untuk Samuel Paty akan digelar di Universitas Sorbonne, Paris, pada hari ini.(Antara)

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

TikTok dan WeChat Dilarang di AS, China Siapkan Serangan Balasan
Covid-19

Internasional

Abaikan Covid-19, Diprediksi Jutaan Warga AS Tetap Berlibur Thanksgiving
apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB: Dunia Gagal Hadapi Tantangan untuk Perangi Pandemi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Kasus Infeksi Covid-19 di India Capai 6,63 Juta Kasus

Internasional

3 Hari Dirawat, Presiden AS Donald Trump Keluar dari RS Militer : Jangan Takut dengan Covid-19
apahabar.com

Internasional

Pangeran Abdul Azim Wafat, Brunei Berkabung 7 Hari
apahabar.com

Internasional

AS Tertinggi, Indonesia Tempati Urutan 23 Dunia Sebaran Kasus Covid-19
apahabar.com

Internasional

Dikabarkan Kritis Gegara Corona, Donald Trump Masih Berambisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com