Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Gus Nur Ditangkap, Begini Harapan Keluarga

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:55 WIB

Gus Nur Ditangkap, Begini Harapan Keluarga

Muhammad Munjiat, anak kedua Gus Nur. Foto-Detikcom

apahabar.com, MALANG – Bareskrim Polri baru saja menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur atas kasus ujaran kebencian. Keluarga berharap keadilan bisa ditegakkan.

Muhammad Munjiat (21), putra kedua Gus Nur menuturkan, unsur politis terasa kental dalam penanganan kasus yang menjerat Gus Nur ini.

Keluarga pun berharap keadilan bisa ditegakkan. Meskipun menurut Munjiat hal itu sulit akan dilakukan.

“Ke pemerintah, harapan kami tegakkan keadilan. Simpel, tapi susah buat dilakukan mereka semua,” ujar Munjiat ditemui detikcom di rumah Gus Nur di Jalan Cucak Rawun 15L, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (24/10/2020).

“Kasus ini yang laporin NU, ya gak bisa dilepas dari politik, ada unsur politiknya. Di balik itu kan ada kritis ke pemerintah juga,” sambung Munjiat.

Menurut Munjiat, penangkapan Gus Nur bukan merupakan kasus pertama. Bapak empat anak itu sudah ketiga kalinya berurusan dengan hukum setelah dilaporkan oleh NU, Banser, maupun Ansor.

“Ini kan laporan ketiga kalinya oleh NU, Banser, dan Ansor. Di Palu dulu pernah dilaporkan, disidang juga. Di Surabaya, dilaporkan dan disidang juga. Sekarang yang ini,” tuturnya.

Proses begitu cepat untuk pelaporan terhadap Gus Nur itulah yang dipandang keluarga tak adil. Sementara, ketika Gus Nur melaporkan sebuah kasus, penanganan justru berjalan sebaliknya.

“Dari dulu-dulu, kalau pihak sana yang melaporkan cepat prosesnya. Ibaratnya, bisa diumpamakan besok lapor, besok dipanggil, besok selesai, besok sidang. Saking cepatnya,” ujar Munjiat dikutip dari Detikcom.

“Sedangkan kalau Gus Nur laporan, ngetes saja sebenarnya. Itu prosesnya lama satu tahun, sampai satu setengah tahun sampai sekarang juga belum ada proses, lambat. Kalau Gus Nur yang dilaporkan cepat, begitu juga media. Kalau Gus Nur dilaporkan cepat memberitakan, kalau Gus Nur laporan tidak ada media,” kata Munjiat.

Keluarga juga berharap, jika memang Gur Nur dianggap bersalah, maka silakan diproses secara hukum. Tetapi, jika tidak melakukan kesalahan diminta untuk dibebaskan.

“Harapannya kalau memang salah ditangkap gak papa, kalau gak salah dibebaskan. Jangan disalah-salahkan. Sekarang yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan,” tegas Munjiat.

Keluarga juga menilai banyak orang kritis, bahkan sampai menjelekkan Gus Nur. Dan Gus Nur pernah melaporkan ke polisi, tetapi penanganan berbeda ketika Gus Nur yang dilaporkan.

“Sekarang yang kritis menjelek-jelekan Gus Nur banyak. Makanya pernah dites laporkan satu orang. Waktu itu ke Polda Jatim. Kalau itu diproses ada puluhan dan ratusan orang akan dilaporkan berikutnya. Ternyata tidak ada proses, tidak ada perkembangan apa-apa,” ungkap Munjiat.

Munjiat menambahkan, jika keluarga sudah pasrah kepada kuasa hukum dalam melakukan pendampingan selama penanganan kasus berjalan di Bareskrim Polri. Sehingga keluarga tak perlu datang ke Jakarta.

“Sudah banyak pendamping hukum, kami belum ada rencana ke sana (Jakarta),” pungkas Munjiat.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hore! Listrik Gratis Diperpanjang Hingga September
apahabar.com

Nasional

LSM: Perlu Pengawasan Ketat untuk Kelestarian Hiu
apahabar.com

Nasional

Ke Bukit Soeharto, Jokowi Tatap Calon Ibukota Baru
apahabar.com

Nasional

Di Rakernas PDIP, Jokowi Bicara Transformasi Ekonomi
apahabar.com

Nasional

George Floyd, Kematiannya di Tangan Polisi Gemparkan AS
apahabar.com

Nasional

Ini Cara Dapatkan Listrik Gratis Selama 6 Bulan
apahabar.com

Nasional

Seekor Babi Hutan Nyelonong Masuk Area Masjid Nurul Amal
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Wali Kota Bogor Isolasi Diri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com