BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi

- Apahabar.com Rabu, 21 Oktober 2020 - 22:01 WIB

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi

ilustrasi Sumber: antara

apahabar.com, WASHINGTON – Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa 299.028 orang di Amerika Serikat lebih banyak orang meninggal antara periode 26 Januari hingga 3 Oktober daripada angka rata-rata dari tahun-tahun sebelumnya.

CDC mengatakan bahwa sekitar 216.000 kematian di AS akibat virus corona telah dilaporkan pada pertengahan bulan ini. “Ini mungkin meremehkan dampak total pandemi pada kematian,” katanya.

“Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada peningkatan kematian secara tidak langsung karena pandemi, dengan gangguan pada perawatan kesehatan menjadi salah satu faktornya,” kata penulis studi Lauren Rossen, dari Pusat Statistik Kesehatan Nasional CDC, kepada Reuters.

Hitungan tersebut bisa luput memasukkan angka kematian yang secara tidak langsung terkait dengan pandemi, yang disebabkan oleh gangguan dalam akses atau pemanfaatan layanan kesehatan, dan dari kondisi seperti penyakit Alzheimer, demensia, dan penyakit pernapasan, kata laporan itu. Namun, itu juga dapat mencerminkan peningkatan kematian yang tidak terkait dengan Covid-19.

Data menunjukkan peningkatan yang tidak proporsional di antara kelompok ras dan etnis yang terlihat sangat terpengaruh oleh Covid-19.

CDC menemukan persentase peningkatan kematian rata-rata terbesar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya terjadi di antara orang Hispanik (53,6 persen), dengan kematian 32,9 persen di atas rata-rata di antara orang kulit hitam dan 36,6 persen di atas rata-rata untuk orang Asia.

Penghitungan Reuters menemukan sekitar 220.000 kematian terkait virus corona baru telah dilaporkan di Amerika Serikat.

CDC menemukan bahwa lebih banyak kematian telah terjadi setiap pekan sejak Maret 2020 dan mencapai titik tertinggi pada pekan-pekan yang berakhir pada 11 April dan 8 Agustus.

Persentase peningkatan terbesar dalam kematian berlebih dari semua penyebab terjadi di antara orang dewasa berusia 25 sampai 44 tahun sebesar 26,5 persen.(Antara)

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Internasional

Sebelum Presiden AS Donald Trump Positif Covid-19, Asistennya Hope Hicks Duluan Terpapar Virus Corona
apahabar.com

Internasional

Kerugian Ledakan di Beirut Capai Rp223 Triliun
apahabar.com

Internasional

Lawan China, Biden: AS dan Sekutu Perlu Tetapkan Aturan Perdagangan
apahabar.com

Internasional

Kehilangan Istri akibat Teror di Selandia Baru, Farid Ahmed: Saya Tidak Membenci Pelaku
apahabar.com

Internasional

Badai Vamco Terjang Filipina, Ribuan Warga Dievakuasi
apahabar.com

Internasional

WHO Prediksi Covid-19 Akan Berakhir dalam 2 Tahun
apahabar.com

Internasional

TikTok dan WeChat Dilarang di AS, China Siapkan Serangan Balasan
apahabar.com

Internasional

AS Catat Rekor 5 Juta Kasus Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com