Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi Film James Bond ‘No Time To Die’ Tayang di Bioskop, Daniel Craig Antusias Besok, BPP HIPMI Gelar Vaksinasi di Pulau Laut Kotabaru UU Cipta Kerja Paksa Puluhan Perda Banjarmasin Harus Direvisi Bahkan Dicabut Bravo! Satresnarkoba Polres Tanbu Tangkap Bandar Narkotika, Kiloan Sabu dan Ratusan Ekstasi Diamankan

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi

- Apahabar.com     Rabu, 21 Oktober 2020 - 22:01 WITA

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi

ilustrasi Sumber: antara

apahabar.com, WASHINGTON – Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa 299.028 orang di Amerika Serikat lebih banyak orang meninggal antara periode 26 Januari hingga 3 Oktober daripada angka rata-rata dari tahun-tahun sebelumnya.

CDC mengatakan bahwa sekitar 216.000 kematian di AS akibat virus corona telah dilaporkan pada pertengahan bulan ini. “Ini mungkin meremehkan dampak total pandemi pada kematian,” katanya.

“Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada peningkatan kematian secara tidak langsung karena pandemi, dengan gangguan pada perawatan kesehatan menjadi salah satu faktornya,” kata penulis studi Lauren Rossen, dari Pusat Statistik Kesehatan Nasional CDC, kepada Reuters.

Hitungan tersebut bisa luput memasukkan angka kematian yang secara tidak langsung terkait dengan pandemi, yang disebabkan oleh gangguan dalam akses atau pemanfaatan layanan kesehatan, dan dari kondisi seperti penyakit Alzheimer, demensia, dan penyakit pernapasan, kata laporan itu. Namun, itu juga dapat mencerminkan peningkatan kematian yang tidak terkait dengan Covid-19.

Data menunjukkan peningkatan yang tidak proporsional di antara kelompok ras dan etnis yang terlihat sangat terpengaruh oleh Covid-19.

CDC menemukan persentase peningkatan kematian rata-rata terbesar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya terjadi di antara orang Hispanik (53,6 persen), dengan kematian 32,9 persen di atas rata-rata di antara orang kulit hitam dan 36,6 persen di atas rata-rata untuk orang Asia.

Penghitungan Reuters menemukan sekitar 220.000 kematian terkait virus corona baru telah dilaporkan di Amerika Serikat.

CDC menemukan bahwa lebih banyak kematian telah terjadi setiap pekan sejak Maret 2020 dan mencapai titik tertinggi pada pekan-pekan yang berakhir pada 11 April dan 8 Agustus.

Persentase peningkatan terbesar dalam kematian berlebih dari semua penyebab terjadi di antara orang dewasa berusia 25 sampai 44 tahun sebesar 26,5 persen.(Antara)

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Kroasia, Slovenia, Bosnia Laporkan Lonjakan Kasus Covid-19
apahabar.com

Internasional

Drone Turki Jadi Kekuatan Baru di Tengah Dominasi AS, Israel dan China
Taliban

Internasional

Pandangan China Terhadap Taliban: Lebih Santun dan Rasional
apahabar.com

Internasional

Malaysia Akan Kembali Terapkan Lockdown
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand Langsung Diadili
apahabar.com

Internasional

Mengintip Lokasi Pemandian Kuno Usia 2000 Tahun yang Baru Ditemukan

Internasional

Telepon Perdana Biden, Hubungi 3 Pimpinan Negara Kunci di Asia-Pasifik
Covid-19

Internasional

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus 500 Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com