Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp1,007 Juta

- Apahabar.com Selasa, 27 Oktober 2020 - 11:50 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp1,007 Juta

Harga jual emas Antam stagnan Rp1,007 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10) pagi. Sepanjang hari, harga berpotensi menguat. Foto-Ilustrasi/CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Antam)  stagnan di posisi Rp1,007 juta per gram, Selasa (27/10).

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) juga bergerak macet di level Rp899 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp533 ribu, 2 gram Rp1,95 juta, 3 gram Rp2,9 juta, 5 gram Rp4,81 juta, 10 gram Rp9,56 juta, 25 gram Rp23,78 juta, dan 50 gram Rp47,49 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp94,91 juta, 250 gram Rp237,01 juta, 500 gram Rp473,82 juta, dan 1 kilogram Rp947,6 juta.

Dilansir dari CNN Indonesia, harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,21 persen menjadi US$1.909,7 per troy ons. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang menguat 0,25 persen ke US$1.906,87 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menyatakan harga emas internasional terlihat mulai bergerak menguat sejak pagi. Pasar kembali masuk ke instrumen emas karena belum ada kepastian terkait stimulus ekonomi di Amerika Serikat (AS).

“Terlihat ada perubahan perilaku pasar, kekhawatiran yang meningkat terhadap perekonomian AS karena meningkatnya kasus covid-19, sementara stimulus tidak juga diluncurkan,” ungkap Ariston.

Selain itu, pasar sedang menunggu data survei tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian di AS untuk periode Oktober 2020. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpotensi tertekan karena pasar akan kembali ke dolar AS dan meninggalkan emas.

“Emas hari ini berpotensi bergerak di kisaran US$1.890-US$1.920 per troy ons,” pungkas Ariston.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Nadjmi: Harus Ada Pola Pengganti
apahabar.com

Ekbis

Perlambatan Corona Kerek Rupiah ke Rp13.730
apahabar.com

Ekbis

Adaro Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Kritis di Kabupaten Banjar
apahabar.com

Ekbis

Demo Berhenti, Rupiah Langsung Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jelang Iduladha, Pedagang di Kalsel Diminta Jujur dan Tak Kendalikan Harga Barang
apahabar.com

Ekbis

Menguat di Pagi, Rupiah Berpotensi Tertekan karena Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Berpotensi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Hingga Mei 2020, Realisasi Produksi Batu Bara 228 Juta Ton
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com