Begal Sadis Mengintai Sopir Travel, Simak Imbauan Tim Macan KalselĀ  Vonis Mati Pembawa Sabu Ratusan Kilo di Tabalong, Terdakwa Langsung Banding Dihantam Covid-19, Pajak Hiburan Kota Banjarmasin 0 Persen! Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi

Harga Mulai Merangkak Naik, Petani di Tabalong Semringah

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:03 WIB

Harga Mulai Merangkak Naik, Petani di Tabalong Semringah

Ilustrasi petani karet. Foto-Berita Satu

apahabar.com, TANJUNG – Para petani karet di Kabupaten Tabalong mulai semringah. Hal itu disebabkan harga karet lump yang merangkak naik dalam dua minggu terakhir.

Fendi, seorang petani karet asal Desa Wayau, Kecamatan Tanjung, mengaku senang dengan kenaikan harga karet ini.

“Sebelumnya harga karet lump hanya berkisar di harga Rp 7.000 perkilogramnya, Alhamdulillah, dua minggu ini sudah tembus di harga Rp 8.300 per kilogram,” jelasnya.

Sayangnya, karena hujan sering mengguyur kawasan itu, warga tidak bisa setiap hari menyadap karet.

“Walaupun harga karet naik tetapi hujan sering turun, sehingga tidak bisa menyadap. Jadi pendapatan masih seperti sebelumnya,” kata Fendi, Kamis (15/10).

Sementara itu, kenaikan harga karet lump juga terjadi di wilayah Kecamatan Muara Uya. Seperti halnya di Desa Kupang Nunding.

Kepala Desa Kupang Nunding, Rusdi, mengungkapkan sebelumnya harga berkisar Rp 7.300. Kini harganya naik menjadi Rp 8.000 per kilogram.

Kemudian, harga karet kembali naik lagi ke angka Rp 8.200 dan tertinggi minggu ini Rp 8.400 per kilogram.

” Alhamdulillah harga karet terus merangkak naik. Kami berharap akan terus naik, sehingga warga bisa bernapas lega di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Rusdi.

Terpisah, Ardiansyah, salah seorang pembeli karet petani membenarkan terjadi kenaikan harga di pasaran.

Dua minggu lalu dia membeli karet lump petani seharga Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogram. Namun,minggu ini sudah menyentuh Rp 8.200 sampai Rp 8.300.

” Meski naik, tapi produksi karetnya tidak terlalu meningkat. Ini karena warga tidak bisa menyadap setiap hari karena sudah memasuki musim hujan,” jelasnya, Rabu (15/10).

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Dua Desa di Tabalong Dapat Bantuan Program TPS 3R Senilai Rp1,2 Milyar

Tabalong

Tangani Dampak Ekonomi Covid-19, Diskan Tabalong Rampungkan Pelatihan Pembuatan Tempirai
apahabar.com

Tabalong

Gugus Tugas P2 Covid-19 Tabalong Dapat Bantuan Ventilator dari PT SIS
apahabar.com

Tabalong

Sambangi Tabalong, Ketua DPRD Kalsel Bawa APD
Hari Guru Nasional

Tabalong

Hari Guru Nasional di Tabalong, Bupati Anang Syakhfiani Berikan Penghormatan Khusus
apahabar.com

Kalsel

STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong Berikan Subsidi Kuota Internet untuk Mahasiswa
Berangsur

Tabalong

Dua Hari Menggenang, Banjir di Tabalong Sudah Berangsur Surut
apahabar.com

Tabalong

8.713 Sertifikat Tanah akan Diterbitkan Gratis di Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com