Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan Hasil Liga Inggris, Watkins Antar Aston Villa Tenggelamkan Newcastle 2-0 Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru

Hari Ini, DPR Kirim Draf RUU Cipta Kerja ke Presiden

- Apahabar.com Rabu, 14 Oktober 2020 - 13:03 WIB

Hari Ini, DPR Kirim Draf RUU Cipta Kerja ke Presiden

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) menyerahkan berkas pendapat akhir pemerintah kepada Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – DPR RI berencana mengirim draf final Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang telah disahkan ke Presiden Jokowi hari ini, Rabu (14/10).

“Nanti draf RUU Ciptaker kami kirim,” kata Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, dilansir Antara.

Draf RUU Ciptaker yang akan dikirimkan sebanyak 812 halaman yang telah dilakukan penyempurnaan redaksional.

“Iya, benar (draf RUU Ciptaker yang dikirimkan ke Presiden berjumlah 812 halaman),” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas menjawab simpang siur yang terjadi mengenai jumlah halaman Undang-Undang Cipta Kerja yang sebenarnya.

Azis Syamsuddin menegaskan bahwa UU Cipta Kerja yang resmi hanya berisi 488 halaman. Namun, apabila ditambah dengan jumlah halaman penjelasan UU tersebut, total halaman menjadi 812 halaman.

“Kalau sebatas pada UU Cipta Kerja, hanya sebatas 488 halaman. Ditambah penjelasan menjadi 812 halaman,” kata Azis dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10).

Azis menjelaskan bahwa pada saat pembahasan di Panitia Kerja RUU Cipta Kerja, margin kertas masih ukuran biasa (A4).

Ketika draf dibawa ke Sekretariat Jenderal DPR RI, ketentuan margin harus mengikuti standar yang disepakati oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Maka, margin kertas diganti menjadi ukuran legal.

Itulah mengapa pernyataan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar yang dikutip oleh media massa mengatakan bahwa UU Cipta Kerja berisi 1.035 halaman.

Azis langsung menelpon Sekjen DPR RI untuk mengonfirmasi kabar tersebut.

“Saya telepon Pak Sekjen, kenapa sudah keluar 1.032 halaman (1.035 halaman). Pak Sekjen jawab, Pak (Azis) ini masih draf kasar. Masih diketik dalam posisi kertas bukan sebagai legal paper-nya. Setelah netting, pengetikan koma, garis-garisnya itu tidak diatur kembali,” katanya.

Azis melanjutkan setelah pengetikan, dalam arti editing, mengikuti panduan legal oleh Sekjen dan jajaran.

“Jumlah halamannya adalah 812 halaman, termasuk di dalamnya adalah penjelasan UU Cipta Kerja. UU secara resmi hanya 488 halaman,” ujarnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?
PNS

Nasional

Gaji dan Tunjangan PNS Bakal Naik, Bagaimana Kriterianya?
apahabar.com

Nasional

Perang Dagang Makin Panas, Trump Desak Pengusaha AS Cabut dari China
apahabar.com

Nasional

Dapat Keringanan, Ratna Sarumpaet Bebas!
apahabar.com

Nasional

4 ABK Masih Hilang Usai Kapal di Nias Disambar Petir
apahabar.com

Nasional

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus
apahabar.com

Nasional

Wapres: Pemindahan Ibu Kota Indonesia Berbeda dengan Malaysia
apahabar.com

Nasional

Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, Penyidikan Dimulai!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com