VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Haul ke-32 Guru Bangil di Dalam Pagar, Saidi Mansyur: Masyarakat Banjar Cinta Ulama

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 09:21 WIB

Haul ke-32 Guru Bangil di Dalam Pagar, Saidi Mansyur: Masyarakat Banjar Cinta Ulama

Calon Bupati Banjar, H Saidi Mansyur di tengah pemuka masyarakat saat menghadiri Haul ke-32 Guru Bangil di Dalam Pagar Ilir, Jumat (9/10) malam. Foto-apahabar.com/HendraLianor

apahabar.com, MARTAPURA – Calon Bupati Banjar, H Saidi Mansyur menghadiri undangan Haul ke-32 KH Syarwani Abdan Al-Banjari (Guru Bangil) di dua lokasi, Jumat (9/10) malam.

Dua lokasi tersebut yakni, di Langgar Mushabul Munir Desa Dalam Pagar Ulu dan di Langgar Al-Fuad Desa Dalam Pagar Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Selepas acara haul di Dalam Pagar Ulu, Saidi Mansyur langsung berangkat ke Langgar Al-Fuad Dalam Pagar Ilir yang jaraknya tidak terlalu jauh. Di sana kegiatan masih berlangsung.

Saidi Mansyur disambut hangat oleh ulama tokoh masyarakat setempat. Putra H Mansyur dipersilakan duduk di tengah-tengah para pemuka.

“Alhamdulillah suatu kehormatan bagi ulun (saya), atas karunia dari Allah, dapat berkumpul dengan alim ulama dan masyarakat dalam haul ulama bergelar Mutiara dari Tanah Banjar malam ini,” ungkap Saidi Mansyur.

Wakil Bupati Banjar periode 2016-2020 ini menuturkan, warga Kabupaten Banjar terkenal sangat mencintai dan menghormati para ulama dan selalu menggelar haul untuk mengambil berkah dan hikmah dari sirah ulama tersebut.

“Mudah-mudahan, Insya Allah berkat selawat, zikir, tahlil, dan doa kita semua mendapat keberkahan dan limpahan rahmat dari Allah SWT, ” harap Saidi Mansyur.

Guru Bangil yang bernama asli K.H Muhammad Syarwani Abdan adalah salah satu ulama Nusantara yang lahir di Kampung Melayu Ilir, Martapura, Kalimantan Selatan, pada tahun 1915 M atau 1334 H.

Tahun 1943 KH Syarwani berangkat ke Bangil, Pasuruan, Jawa Timur dan menetap di sana sampai akhir hayat. Di Bangil, ia mendirikan pondok pesantren yang diberi nama Datuk Kalampayan.

Guru Bangil juga pernah belajar dan mengajar di Masjidil Haram. Nama besar beliau kemudian dikenal dengan julukan “Mutiara dari Tanah Banjar”. Abah Guru Sekumpul merupakan murid kesayangan Guru Bangil.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

VIDEO: “Urang” Banjar Peduli Uighur, Desak Pemerintah Ambil Sikap
apahabar.com

Kalsel

Makna Tahun Babi Tanah, Tiono Husin: Membawa Suasana Adem dan Damai
apahabar.com

Kalsel

Bantuan PSBB Banjarmasin, Wakil Rakyat Diminta Ikuti Awasi
apahabar.com

Kalsel

THM di Banjarmasin Nekat Beroperasi, Ibnu Sina: Kita Belum Beri Izin
apahabar.com

Kalsel

Polsek Tabunganen Polres Batola Cek Suhu Badan Warga di Posko PSD2DK
apahabar.com

Kalsel

Ramalan Cuaca Kalsel Hari Ini, Begini Laporan BMKG
apahabar.com

Kalsel

Masyarakat Kalsel Belum Maksimal Melek Institusi Informasi Publik 
apahabar.com

Kalsel

Meresahkan, Belasan Anjal Makassar Dijemur di Balai Kota Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com