Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

HGI Dukung Program Pengembangan Food Estate di Kalteng

- Apahabar.com Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:31 WIB

HGI Dukung Program Pengembangan Food Estate di Kalteng

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kanan) meninjau lokasi pengembangan food estate di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (12/9/2020). Foto-BPKP Setda Kalteng via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Perkumpulan Masyarakat Gambut Indonesia atau HGI mendukung program nasional menjaga ketahanan pangan nasional melalui food esatate di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketua Umum HGI Profesor Supiandi Sabiham menyatakan dari kajian yang dilakukan IPB, akan ada defisit produksi beras 2,2 juta ton setara 709.000 hektare pada akhir 2020.

“Oleh karena itu kami mendukung pengembangan food estate untuk menjaga ketahanan pangan,” katanya dalam keterangan tertulis seperti dilansir Antara, Rabu (28/10).

Berdasarkan pengamatan HGI, area pengembangan food estate di eks PLG Kalteng ada 418.000 hektare, termasuk 30.000 hektare sawah yang sudah ada, berupa tanah mineral dan gambut tipis.

HGI Dukung Program Pengembangan Food Estate di Kalteng

 

Lokasi ini, cocok untuk dikembangkan untuk padi sawah, sementara 178 ribu hektare lainnya yang memiliki ketebalan gambut 1-2 meter berpotensi untuk tanaman sayuran dan hortikultura.

Menurut Supiandi, lahan tersedia yang masih cukup luas untuk pengembangan food estate memang lahan rawa, namun tidak semua rawa adalah gambut karena ada juga yang berupa rawa tanah mineral.

“Seolah-olah food estate hanya di lahan gambut. Padahal tidak, justru lebih banyak yang di lahan mineral,” katanya .

Untuk itu, HGI memberi sejumlah catatan terkait pengembangan food estate di Kalteng, di antaranya, harus dilakukan secara partisipatif.

Bila harus ada ekstensifikasi lahan, maka harus diarahkan ada hutan terdegradasi dan telantar dengan azas kehati-hatian, selain itu perlu untuk melibatkan secara formal perguruan tinggi sebagai pendamping.

Sebelumnya saat webinar Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Mendukung Pengembangan Food Estate, Mentan Syahrul Yasin Limpo menyatakan pengembangan food estate diutamakan pada lahan mineral, kalaupun dilakukan di gambut, maka akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Pengembangan food estate dilakukan dengan memperhatikan hubungan timbal balik manusia dengan alam untuk membangun pertanian berkelanjutan,” katanya dalam sambutan yang dibacakan Sekjen Kementan Monon Rusmono.

Di Kalteng, lokasi yang sedang dikembangkan untuk food estate adalah di eks Proyek Lahan Gambut, namun demikian tidak semua dari 1,4 juta hektare eks PLG akan dikembangkan sebagai food estate.

Lokasi potensial adalah yang telah terbangun irigasi seluas 164.598 hektare dengan lahan yang telah fungsional seluas 85.456 hektare.

Mentan memaparkan, food estate akan berorientasi intensifikasi serta penguatan SDM dan korporasi petani.

“Polanya nanti tidak hanya padi, tapi multi komoditas termasuk tanaman perkebunan, hortikultura, dan peternakan,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar

Nasional

Prihatin dengan Kondisi Toleransi di Indonesia, Jokowi: Saya Sedih
apahabar.com

Nasional

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 227 Orang
apahabar.com

Nasional

Kalsel Memilih, Uhaib: Bukan Semata “The Ulama Effect”
apahabar.com

Nasional

KPK Obok-Obok Ruang Kerja Mendag Enggartiasto..!!
apahabar.com

Nasional

Haedar: Penundaan Pembahasan RUU Kontroversial Sudah Tepat
apahabar.com

Nasional

Dandim Sebut Tak Ada Anggota TNI Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ajak Masyarakat Kalsel Lawan Virus Hoaks
apahabar.com

Nasional

Pasca-Pembatalan Keberangkatan Haji, Jokowi Kumpulkan Tokoh Lintas Agama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com