Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Hina Islam dan Nabi Muhammad, Dewan Fatwa Libya Serukan Boikot Produk Prancis

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:16 WIB

Hina Islam dan Nabi Muhammad, Dewan Fatwa Libya Serukan Boikot Produk Prancis

Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Seorang warga berjalan melewati produk Prancis yang disegel di balik penutup plastik di rak di supermarket di ibu kota Yordania, Amman, selama boikot produk Prancis pada 26 Oktober 2020. Ramai-ramai, produk Perancis diboikot di sejumlah negara, buntut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad SAW. Foto-AFP/Abdulmonan Eassa/Khalil Mazraawi via Tribunnews

apahabar.com, TRIPOLI – Dewan Fatwa Libya menyerukan pemboikotan produk-produk Prancis sebagai protes terhadap Presiden Emmanuel Macron yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Dilansir the Libya Obsever pada Kamis (29/10), Dewan Riset Rumah Fatwa Libya menyerukan kepada semua Muslim untuk memboikot barang-barang Prancis termasuk makanan dan lainnya.

“Pemboikotan itu senjata efektif dan menyakitkan,” kata Dewan Riset Fatwa Libya dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari Republika.co.id.

Dewan Fatwa Libya menekankan perlunya melakukan pemboikotan Prancis di semua level termasuk dalam hubungan resmi dan masyarakat umum.

Dewan Fatwa juga meminta para sarjana, pengkhotbah, dan elit untuk berkontribusi dalam kampanye memprotes Prancis dan melawan Islamofobia dengan cara mendidik orang-orang tentang tugas mereka untuk mempertahankan keyakinan dan kesucian agama.

Sebelumnya Presiden Prancis, Emmanuel Macron dalam pernyataannya baru-baru ini justru membela dan mendukung penerbitan karikatur nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo yang telah memicu kemarahan negara-negara Muslim.

Seperti di Libya, para aktivis membuat kampanye daring yang menyerukan pemboikotan produk-produk Prancis dengan membagikan daftar merek produk Prancis yang harus dihindari oleh konsumen.

Selain itu para aktivis juga menginformasikan sebuah aplikasi bernama Made In yakni sebuah aplikasi bagi konsumen agar dapat mengetahui asal produk dengan cara memindai kode pada produk tersebut.

Tak hanya di Libya, produk-produk Prancis dari makanan hingga produk kecantikan telah dihapus dari pusat-pusat perbelanjaan modern di Kuwait, Yordania, Qatar dan juga Mesir.

Sementara itu protes juga tak hanya terjadi di Libya namun juga berlangsung di Suriah, jalur Gaza, Turki, Pakistan, Bangladesh.

Langkah serupa juga dilakukan Arab saudi sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia Arab.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Berdakwah Jemput Bola Ala Abu Darda
apahabar.com

Habar

Jemaah Haul Tuan Guru Zainal Ilmi Membeludak, Satu Kampung Siapkan Konsumsi
apahabar.com

Habar

Haul Surgi Mufti ke-93, Jemaah Makin Membludak
apahabar.com

Habar

Kalsel Kembali Berduka, Ulama Sepuh Ini Tutup Usia
apahabar.com

Habar

Kiai Ma’ruf Dijadwalkan Hadiri Majelis Guru Bakhiet Malam Ini
apahabar.com

Habar

Masjid Istiqlal Siarkan Langsung Tausiyah Selama Ramadan 2020
apahabar.com

Habar

Tak Dibolehkan Salat Jumat Secara Bergelombang, Sekjen MUI Berikan Solusi
apahabar.com

Habar

Berziarah ke Marabahan, Napak Tilas Kunjungan Abah Guru “Mengambil” Tarekat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com