Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu

IDI: Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Ciptaker Berpotensi Munculkan Klaster Baru Covid-19

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:36 WIB

IDI: Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Ciptaker Berpotensi Munculkan Klaster Baru Covid-19

Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berpotensi memunculkan klaster baru Covid-19. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi

apahabar.com, JAKARTA – Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berpendapat aksi unjuk rasa yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terjadi belakangan ini berpotensi memunculkan klaster baru Covid-19.

Munculnya klaster baru dapat memicu lonjakan Covid-19 di Tanah Air.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, M Adib Khumaidi, mengatakan peristiwa demonstrasi mempertemukan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik namun juga tidak mengenakan masker.

“Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid,” kata Adib dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Jumat (9/10).

Ditambah lagi banyaknya kemungkinan peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda.

“Jika terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya,” ujarnya.

Menurut dia, bukan merupakan tugasnya sebagai tenaga kesehatan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut terlibat dalam demonstrasi.

“Dalam hal ini, kami menjelaskan kekhawatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains, hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas yang lain. Bahkan, diperkirakan akan terjadi lonjakan masif yang akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu mendatang,” papar Adib.

Dalam kondisi saat ini, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah.

Adib menambahkan, selama pekan pertama Oktober 2020 sudah ada 5 dokter meninggal akibat Covid-19.

“Sehingga total ada 132 dokter wafat akibat Covid. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 68 dokter umum (4 guru besar), dan 62 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen,” ujarnya.

Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Berdasarkan data provinsi, Jawa Timur sebanyak 31 dokter, Sumatera Utara 22 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumatera Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 1 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

Hal ini dikarenakan Lonjakan pasien Covid terutama orang tanpa gejala (OTG) yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah juga meningkat.

Bahkan, klaster-klaster baru penularan Covid terus bermunculan dalam beberapa minggu terakhir karena sejumlah wilayah di Indonesia mulai melepas PSBB dan membuka wilayahnya kembali untuk pendatang yang berarti lebih banyak orang yang menjalani aktivitas di luar rumah.

“Termasuk, peristiwa demonstrasi yang terjadi beberapa hari belakangan ini,” ucapnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Imbauan Presiden Jokowi ke Kepala Daerah yang Warganya Telanjur Mudik
apahabar.com

Nasional

Sebelum ke Australia, Presiden Jokowi Hadiri HPN 2020 di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Anak Sapi Bermata Satu Lahir di Pontianak, Pertanda Apa Itu?
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari 7 Negara Sahabat
apahabar.com

Nasional

BW Tak Hadiri Sidang Keempat Sengketa Pilpres
apahabar.com

Nasional

Pidato ‘Economy First’ Presiden, Hipmi: Warning Kabinet Baru
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tandatangani PP Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Nasional

Jenazah Aipda Erwin Selesai Diautopsi, Kapolsek Bungkam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com