Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

IDI: Minggu Pertama Oktober 5 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Total Menjadi 132

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 14:13 WIB

IDI: Minggu Pertama Oktober 5 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Total Menjadi 132

Ilustrasi. Foto-Anadolu Agency

apahabar.com, JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 terus menelan korban nyawa. Tidak pandang siapa pun bisa tertular virus asal Wuhan, China ini.

Termasuk para dokter dan petugas medis lainnya, mengingat tugas mereka yang harus berada dalam jarak dekat dengan pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Tidak sedikit dokter yang juga kemudian tertular, bahkan sudah ratusan harus meregang nyawa akibat terpapar Covid-19.

Laporan Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatakan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut sudah sebanyak 132 dokter meninggal dunia akibat Covid-19 hingga Jumat (9/10/2020).

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, M Adib Khumaidi mengungkapkan selama minggu pertama Oktober 2020 sudah ada 5 dokter meninggal akibat Covid-19.

“Sehingga total ada 132 dokter wafat akibat Covid. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 68 dokter umum (4 guru besar), dan 62 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen,” ungkap Adib dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta dikutip dari Antara, Jumat.

Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Berdasarkan data provinsi, Jawa Timur sebanyak 31 dokter, Sumatera Utara 22 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumatera Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 1 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

Hal ini dikarenakan Lonjakan pasien Covid terutama orang tanpa gejala (OTG) yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah juga meningkat.

Bahkan, klaster-klaster baru penularan Covid terus bermunculan dalam beberapa minggu terakhir karena sejumlah wilayah di Indonesia mulai melepas PSBB dan membuka wilayahnya kembali untuk pendatang yang berarti lebih banyak orang yang menjalani aktivitas di luar rumah.

“Termasuk, peristiwa demonstrasi yang terjadi beberapa hari belakangan ini yang merupakan salah satu penularan yang potensial,” ucapnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Peneliti Sebut Tiga Varian Virus Corona Menyebar ke Seluruh Dunia
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi: Penanganan Covid-19 Indonesia Jangan Dibandingkan dengan Negara Lain
apahabar.com

Nasional

Dapat Mengelak Ketika Ditusuk, Ustadz Yusuf Mansyur: Syekh Ali Jaber Pernah Belajar Silat
apahabar.com

Nasional

Dirut BuLog: Tidak Ada Lagi Impor Beras Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

Ratusan Ribu Hektare Lahan Prabowo di Aceh Terungkap!
apahabar.com

Nasional

Jokowi akan Hadiri Kampanye Akbar di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi dan Menengah
apahabar.com

Nasional

Jubir Presiden: Evakuasi WNI dari Yokohama Jepang Segera Dilaksanakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com