Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Ikuti Ajaran Rasulullah Cara Lengkapi Keberkahan Hidup

- Apahabar.com Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:15 WIB

Ikuti Ajaran Rasulullah Cara Lengkapi Keberkahan Hidup

Keberkahan hidup terletak pada menebar manfaat pada dhuafa. Foto-Ilustrasi/ Republika/Tahta Aidilla

apahabar.com, JAKATA – Umat Islam wajib mengetahui cara melengkapi keberkahan dalam hidup sesuai ajaran Rasulullah.

Diketahui, Islam adalah ajaran mengenai luar-dalam, lahir-batin, serta tekstual-kontekstual sekaligus. Penerapan agama bukan hanya melalui fikih dengan pendekatan yang rigid, melainkan juga harus dibuka peluang menerjemahkannya dalam pranata sosial yang lebih fleksibel.

Oleh sebab itu, penting bagi kita memahami pesan Alquran surat al-A’raf [7]: 157.

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat ini secara gamblang menegaskan tiga misi utama Nabi Muhammad, yaitu pertama, amar makruf nahi munkar. Kedua, menjelaskan soal halal dan haram. Ketiga, membebaskan umat dari beban yang mengimpit dan belenggu yang memasung mereka.

Ketiga misi ini melekat juga kepada kita sebagai para penerus dan pengobar semangat kenabian dan kerasulan Baginda Muhammad SAW. Mendekati permasalahan umat semata dengan misi amar makruf dan nahi munkar belumlah memadai untuk terciptanya kehidupan yang penuh keberkahan.

Demikian pula, hanya menggunakan pendekatan halal-haram belum akan lahir kehidupan sebagaimana menjadi misi ketuhanan di muka bumi ini. Kedua pendekatan ini harus dilengkapi dengan misi Nabi yang ketiga, yaitu membebaskan umat dari kemiskinan dan kefakiran.

Sangat mungkin seseorang mampu memenuhi semua kualifikasi syariat dalam melaksanakan sebuah ibadah, tapi mungkin tertolak karena pesan sosial tidak tertunaikan dengan benar. Alquran meminta umat Islam menjadi pembela bagi kelompok tertindas serta golongan yang lemah dan dilemahkan.

Islam bukan agama kerajaan. Ia terlahir di tengah rakyat jelata yang tak berdaya akibat kuatnya aksi penindasan, kerasnya dominasi gender, dibanggakannya kebodohan, dan kejamnya tirani suku, serta melembaganya perbudakan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Bolehkah Donor Darah saat Puasa?
apahabar.com

Hikmah

Riwayat Tangisan Umar bin Abdul Aziz Ketika Dapat Jabatan
apahabar.com

Hikmah

Makna Berkurban Bagi Umat Islam
apahabar.com

Hikmah

Rasulullah SAW Tak Lelah Beribadah, Begini Penuturan Aisyah 
apahabar.com

Hikmah

Jalan Panjang Mike Tyson Temukan Islam Hingga Bangga Jadi Muslim
apahabar.com

Hikmah

Nasihat Imam Syafi’i untuk Guru Anak Amirul Mukminin
Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab

Hikmah

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab
apahabar.com

Hikmah

Karena Seekor Lalat, Seseorang Bisa Masuk Surga atau Neraka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com