3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Incar Sektor Perikanan Indonesia, Bank Dunia Kucurkan Rp14,7 Miliar

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:12 WIB

Incar Sektor Perikanan Indonesia, Bank Dunia Kucurkan Rp14,7 Miliar

Bank Dunia incar sektor perikanan Indonesia. Foto-Ilustrasi grafik ekonomi/Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Bank Dunia mengincar sektor perikanan Indonesia. Bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Bank Dunia meluncurkan Coastal Fisheries Initiative Challenge Fund, dengan pembiayaan sebesar USD1 juta (setara Rp14,7 miliar) dari Global Environment Facility.

Practice Manager untuk Environment, Natural Resources and Blue Economy di Bank Dunia Ann Jeannette Glauber mengatakan tujuan dari Challenge Fund adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan sosial dari sektor ini serta mendukung kesejahteraan dan mata pencaharian orang-orang yang bergantung pada perikanan pesisir.

“Fokus utama dari prakarsa ini adalah pada perikanan kakap dan tuna di laut Arafura dan Sawu serta perairan kepulauan di sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip apahabar.com dari Okezone, Jumat (30/10).

Pekerjaan ini dipandu oleh komite penasihat yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Prakarsa baru dari Indonesia Sustainable Oceans Program (ISOP) Bank Dunia ini akan bekerja dengan calon penanam modal dalam mengembangkan rencana bisnis untuk sektor perikanan yang berkelanjutan, mempromosikan peluang investasi sektor swasta dalam sektor perikanan berkelanjutan, berbagi pembelajaran dari keberhasilan investasi di masa lalu, dan membangun kemitraan antara komunitas nelayan dan bisnis yang mengutamakan kelestarian.

Seperti diketahui Indonesia adalah penghasil perikanan terbesar kedua di dunia. Sektor ini menghasilkan sekitar USD4,1 miliar pendapatan ekspor tahunan, menunjang lebih dari 7 juta pekerjaan, dan menyediakan lebih dari 50% protein hewani bagi Indonesia.

Namun, industri ini menghadapi ketidakpastian, dengan sebagian stok perikanan pesisir berisiko terhadap penangkapan berlebih dan pengelolaan, termasuk adanya keterbatasan rencana pengelolaan yang efektif, data dan penelitian yang tidak memadai, dan terbatasnya peluang untuk melakukan investasi pada penangkapan ikan yang bertanggung jawab secara sosial maupun lingkungan.

Makanan laut yang disediakan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial maupun lingkungan tidak hanya mendukung keberadaan populasi ikan dan habitat laut yang sehat, tetapi juga dianggap bernilai lebih tinggi di pasar internasional. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan bagi masyarakat pesisir yang terlibat dalam industri ini, serta mendukung usaha yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Penumpang Turun Drastis, Maskapai di Kalsel Tetap Optimis
apahabar.com

Ekbis

OJK Regional IX Kalimantan Turun Tangan Awasi Perusahaan Asuransi
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Senang, 7 Perusahaan Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi Rupiah Kembali Melemah
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Menguat 0,28%
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Tegaskan Butuh Tim Bagus Pimpin 142 BUMN
apahabar.com

Ekbis

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat
apahabar.com

Ekbis

Semangat Menyatukan, Telkomsel Gelar 17.800 BTS dan Bangun Infrastruktur di Penjuru Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com