Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta

- Apahabar.com     Senin, 19 Oktober 2020 - 23:37 WITA

Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta

Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Berdasarkan catatan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), 1 tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Indonesia menempati urutan keenam tertinggi di antara negara berpendapatan menengah dan rendah pada Utang Luar Negeri (ULN), yakni USD 402 miliar.

Demikian menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira yang menyoroti beberapa masalah di bidang ekonomi selama 1 tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjabat.

Salah satunya terkait nilai utang negara yang terus meninggi dan jadi warisan bangsa.

Mengutip catatan International Debt Statistics 2021 dari Bank Dunia, sebagaiman dikutip dari Liputan6.com, Bhima memaparkan, Indonesia tercatat menempati urutan ke-6 tertinggi di antara negara berpendapatan menengah dan rendah dalam Utang Luar Negeri (ULN), yakni USD 402 miliar.

Beban utang luar negeri tersebut jauh lebih besar dibanding negara berpendapatan menengah lain seperti Argentina, Afrika Selatan hingga Thailand. Bahkan berpotensi semakin membesar di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Baca Juga :
Menkeu: Keputusan MA Pengaruhi Keberlanjutan BPJS Kesehatan

“Di tengah situasi pandemi, pemerintah terus menambah utang dalam bentuk penerbitan utang valas yang rentan membengkak jika ada guncangan dari kurs rupiah,” ujar Bhima kepada Liputan6.com, Senin (19/10/2020), sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Senin (19/10/2020).

Pada 2020, pemerintah juga telah menerbitkan Global Bond sebesar USD 4,3 miliar dan jatuh tempo pada 2050 atau tenor 30,5 tahun. Artinya, ia menegaskan, pemerintah tengah mewarisi utang pada generasi ke depan.


Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma’ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Rapat kabinet paripurna perdana tersebut mendengarkan arahan Presiden dan membahas anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

“Setiap 1 orang penduduk di era Pemerintahan Jokowi-Maa’ruf Amin tercatat menanggung utang Rp 20,5 juta. Itu diambil dari perhitungan utang pemerintah Rp 5.594,9 triliun per Agustus 2020 dibagi 272 juta penduduk,” tutur dia.

Bhima pun tak menyangkal jika beban utang itu bakal semakin membesar. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi nasional alami penurunan hingga menyentuh level -5,32 persen di kuartal II 2020 akibat terlambatnya penanganan Covid-19 yang dilakukan.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kabar Baik, Dua Pasien Positif Corona di Bogor Sembuh
apahabar.com

Nasional

42 Tahun Perjuangan Mencari Patok Indonesia-Malaysia, Ini Hasilnya
apahabar.com

Nasional

Indonesia Miliki Fondasi Sangat Kuat untuk Transformasi Digital
puan maharani

Nasional

Viral Video Detik-detik Puan Maharani Diduga Matikan Mic Irwan Fecho, Masinton Pasaribu PDIP : Mic Mati Otomatis
KLB Partai Demokrat

Nasional

KLB Partai Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak, Simak Penjelasan Menkumham
apahabar.com

Nasional

Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 40.119
apahabar.com

Nasional

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000 Meter
apahabar.com

Nasional

Polda Sulteng: Brigpol Dewi Sudah Cerai dengan Suami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com