Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Industri Gim Indonesia Jauh Tertinggal dari China

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:50 WIB

Industri Gim Indonesia Jauh Tertinggal dari China

Ilustrasi gim. Foto-AFP Photo

apahabar.com, JAKARTA – Industri gim Indonesia tertinggal 10 tahun dari China, Korsel, dan Jepang. Fakta itu diakui Asosiasi Olahraga Video Games Indonesia (AVGI).

“Kalau industri video game Indonesia dibandingkan dengan China, Korea Selatan, dan Jepang itu setidaknya kita ketinggalan 5 hingga 10 tahun.” kata Sekretaris Jenderal AVGI, Angki Trijaka, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (24/10).

Angki mengatakan bahwa negara-negara tersebut sudah mencapai tahap mengambil untung dari industri gim video yang menambah nilai produk domestik bruto (PDB) sebagai industri kreatif.

Ia sendiri mengaku optimistis eSports di Indonesia akan terus berkembang mengingat demografi dalam negeri yang bisa mendukung kehadiran gim lokal.

Ketua AVGI, Rob Clinton, juga menganggap industri gim video akan terus menanjak. Ia pun berharap Indonesia tak hanya menjadi menjadi pasar video game, tapi juga mengambil keuntungan dari industri itu.

Untuk mewujudkan harapan itu, ia meminta agar masyarakat bisa mendukung keberadaan gim lokal sehingga karya buatan Indonesia bisa hidup.

“Harapannya jangan jadi pasar saja, tapi juga bisa bikin sendiri game-nya. Ke depannya ada publisher atau developer lokal yang setingkat dengan internasional. Saya juga minta tolong game itu bisa hidup kalau komunitasnya hidup. Jadi kalau ada game-game lokal kita harus saling dukung,” tutur Rob.

Rob mengungkap bahwa saat ini perkembangan industri video game, khususnya eSports, tersendat karena ada penolakan dari orang tua.

Rob yang sempat menjadi mantan pemilik klub eSports ONIC mengaku sempat kesulitan merekrut seorang pemuda berusia 17 tahun.

Orang tua anak itu tak mau bertemu meski Rob menjamin akan memberikan akomodasi, gaji, dan biaya pendidikan.

Dua tahun kemudian, orang tua itu malah berterima kasih kepada Rob karena memberikan kesempatan bagi anak mereka menjadi atlet eSports. Anak tersebut bahkan berhasil membelikan rumah kepada kedua orang tuanya.

“Potensi besar ini bertahap. Memang ada resistensi dari orang tua. Kita melihat ini masih kegiatan yang buang-buang waktu, tapi semakin ke sini, semakin ini jadi prestasi dan profesi luar biasa,” tutur Rob.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rupiah Terdampar ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia
apahabar.com

Nasional

Petugas KPPS yang Meninggal Jadi 469 Orang
apahabar.com

Nasional

Dukung Pemindahan Ibukota, Akademisi Sebut 7 Alasan Kalsel Layak Dipilih
apahabar.com

Nasional

Heli Bawa Teknisi Tower BTS Ditembak di Papua, Pelaku Diduga KKB
apahabar.com

Nasional

Paman Birin: Ustaz Arifin Ilham Putra Terbaik Banua
apahabar.com

Nasional

Kapal Perusak Jepang dan China Tabrakan di Laut China Timur
apahabar.com

Nasional

Miris! Seorang Ustaz Dibacok Saat Acara Khataman Alquran di Musala
apahabar.com

Nasional

Update Corona di Indonesia: Kasus Positif Jadi 450, Bertambah 81
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com