Visakha FC Waspadai 3 Penggawa Bali United Sejumlah Calon Haji Kalsel Miliki Penyakit Bawaan Klaim Tak Bersalah, Laskar Adat Dayak Nasional Siap Kawal Kasus Mardani H Maming Nama-Nama Lima Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui

Institut Riset Gamaleya Uji Vaksin Covid-19 Rusia untuk Lansia

- Apahabar.com     Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:46 WITA

Institut Riset Gamaleya Uji Vaksin Covid-19 Rusia untuk Lansia

Institut Riset Gamaleya Uji kemanjuran Vaksin Covid-19 Rusia untuk Lansia. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Institut Riset Gamaleya akan melakukan pengujian klinis terhadap orang yang berusia di atas 60 tahun. Pengembang calon vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia itu ingin membuktikan kemanjuran vaksin tersebut.

Dalam tiga tahap uji klinis Sputnik V yang sudah dan tengah dijalankan hingga saat ini, Gamaleya mengambil relawan vaksinasi dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun, sehingga muncul pertanyaan mengenai penggunaan vaksin pada kelompok di luar usia tersebut.

“Bagi kelompok usia lainnya, anak-anak dan lansia di atas 60 tahun, kami mengajukan protokol uji klinis baru, dan telah mendapatkan persetujuan protokol untuk melakukan uji klinis pada kelompok usia 60+,” kata dr. Denis Logunov, Wakil Direktur Kinerja Ilmiah Institut Gamaleya pada Selasa.

Logunov menambahkan bahwa kelompok target uji klinis terbaru ini merupakan kelompok usia dengan tingkat mortalitas, atau kematian, akibat Covid-19 yang sangat tinggi.

Di samping penambahan kelompok usia tersebut, Logunov menjelaskan bahwa pada uji klinis tahap III, dengan 40.000 relawan dalam kelompok 18 hingga 60 tahun, sejauh ini tidak ada laporan mengenai efek ketidakcocokan yang serius.

Menurutnya, sejumlah efek ketidakcocokan muncul dengan tingkat yang ringan hingga sedang, serta terjadi dalam beberapa hari setelah vaksinasi dilakukan.

“Efek ketidakcocokan yang kami temukan adalah hipotermia (penurunan suhu tubuh, red), nyeri pada titik penyuntikan, mungkin juga sedikit pegal-pegal, dan kelelahan di antara para relawan,” kata Logunov.

Menjawab pertanyaan mengenai kelemahan yang dimiliki oleh Sputnik V, Logunov mengatakan tidak ada masalah berarti sejauh ini, namun “karena pengujian dilakukan terhadap populasi manusia yang heterogen […] terdapat kemungkinan bahwa vaksin apapun, bukan hanya vaksin kami, […] menimbulkan hasil yang beragam.”

Institut Gamaleya menjanjikan publikasi data uji klinis tahap III dari 5.000 hingga 10.000 relawan pada pertengahan November mendatang mengenai kemanjuran Sputnik V, tidak hanya bagi kelompok 18-60 tahun, namun juga kelompok yang lebih luas.(Ant)

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Bahan Makanan Pemicu Utama Deflasi di Kalsel
Polres Balangan

Tak Berkategori

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Balangan Gelar Apel Pasukan Lilin Intan 2020
apahabar.com

Tak Berkategori

Diet Populer 2019, Keto, Telur hingga Ala IU
Vaksin

Tak Berkategori

Vaksinasi Massal Dimulai, Ribuan Warga Dikarantina
apahabar.com

Tak Berkategori

Guru di Pedalaman Kalimantan Syaratnya Cuma Ijazah SMA, Berminat?
apahabar.com

Tak Berkategori

Pipa PDAM di Jalan Gubernur Sarkawi Bocor, Sebagian Wilayah di Banjarmasin Mati Total
apahabar.com

Tak Berkategori

Potensi Kampung Jamur Bikin Walikota Banjarmasin Tertarik
MUI Haramkan Kripto

Tak Berkategori

Dear Treader! MUI Haramkan Kripto, Berikut Hasil Forum Ijtima Ulama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com