Terungkap, Keberadaan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Penggeledahan KPK Kronologi Lengkap Penggeledahan KPK di Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Digeledah KPK, Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Jadi Tontonan Warga BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang Rumahnya Digeledah KPK, Bupati HSU Abdul Wahid Menghilang

Izin Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Dinkes Akan Visitasi Terlebih Dahulu

- Apahabar.com     Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:50 WITA

Izin Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Dinkes Akan Visitasi Terlebih Dahulu

Sekolah tatap muka siap diterapkan di Banjarmasin. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin bakal melakukan visitasi ke sejumlah sekolah sebelum mengeluarkan izin tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Hal ini untuk melihat teknis pembelajaraan tatap muka. Keputusan berdasar hasil rapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Jumat (23/10).

Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi menyampaikan bahwa masih belum mengeluarkan izin terkait pembelajaran tatap muka.

“Nanti kita akan visitasi dulu, sebelum benar-benar mengeluarkan izin,” ujar Machli.

Menurutnya untuk pembelajaran tatap muka hanya untuk tingkat SMP yang akan diberikan rekomendasi pembelajaran tatap muka. Asalkan sekolah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Sedangka untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tak seberuntung SMP. Dinkes tidak memberikan rekomendasi dengan alasan siswa SD rentan tertular Covid-19.

“Saat ini kita tidak memberikan izin, kita hanya membahas langkah dan persiapan,” ucapnya.

Machli mengungkapkan, sekolah yang akan mendapatkan rekomendasi adalah sekolah yang memang sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Pihaknya juga mendesak agar sekolah menyediakan tempat cuci tangan yang banyak, apabila ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Kita meminta tempat cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, kita tidak merekomendasikan hand sanitizer,” ujar Machli.

Ia juga meminta agar antara guru dengan murid, atau sesama murid tidak ada kontak fisik, agar menghindari terjadi penularan di kawasan sekolah.

“Untuk sementara, tidak ada sentuhan fisik baik guru dengan murid atau sesama murid, dan murid dilarang mencium tangan guru,” paparnya.

“Pada saat proses belajar mengajar, murid dan guru harus menggunakan Masker, tapi tentunya harus ada simulasi terlebih dahulu,” lanjutnya.

Dalam pembelajaran tatap muka itu nanti, akan ada sejumlah ketentuan yang harus diikuti, seperti jarak duduk murid minimal 1 meter, dan kapasitas kelas tidak boleh penuh.

“Kapasitasnya hanya 50 persen dari jumlah kapasitas sebenarnya, dan nanti pembelajaran juga dibagi per shift,” jelasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sambangi Kantor Desa Selaselilau, Bripka Syamsir Rizal Jalin Koordinasi
apahabar.com

Kalsel

Rekor Baru, Batola Konfirmasi Belasan Pasien Positif dari Alalak
apahabar.com

Kalsel

Honorer di Balangan Banyak yang Gaptek! Simak Siasat Bupati Ansharuddin

Kalsel

Duh, 100 Warga Banjarbaru Tertular Covid-19 Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Hujan Kembali Mengguyur Sejumlah Wilayah di Kalsel
Barabai

Kalsel

Kronologis Pemuda Barabai Nekat Gantung Diri Saat Malam Iduladha
Vaksinasi

Kalsel

Dukung Pemerintah Tangani Covid-19, BP2MI Banjarbaru Wajibkan Vaksinasi Calon PMI/TKI
apahabar.com

Kalsel

TMMD Effect, Prajurit Kodim 1007/Banjarmasin Bak Superhero
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com