BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Izin Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Dinkes Akan Visitasi Terlebih Dahulu

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:50 WIB

Izin Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Dinkes Akan Visitasi Terlebih Dahulu

Sekolah tatap muka siap diterapkan di Banjarmasin. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin bakal melakukan visitasi ke sejumlah sekolah sebelum mengeluarkan izin tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Hal ini untuk melihat teknis pembelajaraan tatap muka. Keputusan berdasar hasil rapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Jumat (23/10).

Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi menyampaikan bahwa masih belum mengeluarkan izin terkait pembelajaran tatap muka.

“Nanti kita akan visitasi dulu, sebelum benar-benar mengeluarkan izin,” ujar Machli.

Menurutnya untuk pembelajaran tatap muka hanya untuk tingkat SMP yang akan diberikan rekomendasi pembelajaran tatap muka. Asalkan sekolah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Sedangka untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tak seberuntung SMP. Dinkes tidak memberikan rekomendasi dengan alasan siswa SD rentan tertular Covid-19.

“Saat ini kita tidak memberikan izin, kita hanya membahas langkah dan persiapan,” ucapnya.

Machli mengungkapkan, sekolah yang akan mendapatkan rekomendasi adalah sekolah yang memang sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Pihaknya juga mendesak agar sekolah menyediakan tempat cuci tangan yang banyak, apabila ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Kita meminta tempat cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, kita tidak merekomendasikan hand sanitizer,” ujar Machli.

Ia juga meminta agar antara guru dengan murid, atau sesama murid tidak ada kontak fisik, agar menghindari terjadi penularan di kawasan sekolah.

“Untuk sementara, tidak ada sentuhan fisik baik guru dengan murid atau sesama murid, dan murid dilarang mencium tangan guru,” paparnya.

“Pada saat proses belajar mengajar, murid dan guru harus menggunakan Masker, tapi tentunya harus ada simulasi terlebih dahulu,” lanjutnya.

Dalam pembelajaran tatap muka itu nanti, akan ada sejumlah ketentuan yang harus diikuti, seperti jarak duduk murid minimal 1 meter, dan kapasitas kelas tidak boleh penuh.

“Kapasitasnya hanya 50 persen dari jumlah kapasitas sebenarnya, dan nanti pembelajaran juga dibagi per shift,” jelasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Cuncung Bicara Pancasila, Radikalisme, Hingga Khilafah
apahabar.com

Kalsel

110 Warga Binaan Rutan Marabahan Dapat Remisi
apahabar.com

Kalsel

HST Pun Waspada DBD
apahabar.com

Kalsel

Ada Fakta Baru Penemuan Mayat Pria Sumenep di Pantai Oka Oka Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel: Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Fokus Utama!
apahabar.com

Kalsel

Gegara Parkir Liar, Empat Sepeda Motor di Samping Duta Mall Banjarmasin Diangkut

Kalsel

Kodim 1022/TNB Rapid Tes Perwakilan Wartawan
apahabar.com

Kalsel

Diyakini Ada Makam Syekh, Lokasi Kuburan Cina Martapura Bakal Jadi Cagar Budaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com