Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Jaga Jarak 6 Kaki! Covid-19 Makin Gampang Menular lewat Udara

- Apahabar.com Selasa, 6 Oktober 2020 - 11:15 WIB

Jaga Jarak 6 Kaki! Covid-19 Makin Gampang Menular lewat Udara

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mendapati bukti Covid-19 dapat menginfeksi orang lain hingga 6 kaki atau 1,8 meter, dalam ruangan tertutup. Foto ilustrasi: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Penyebaran Covid-19 di udara makin hari kian menguatirkan.

Selain bisa tertinggal, dan bertahan beberapa menit, terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mendapati bukti Covid-19 dapat menginfeksi orang lain hingga 6 kaki atau 1,8 meter, dalam ruangan tertutup, dan ventilasi buruk.

“Dalam kasus ini, penularan terjadi di ruang yang berventilasi buruk dan tertutup, yang sering melibatkan aktivitas yang menyebabkan pernapasan lebih berat, seperti bernyanyi atau berolahraga,” kata CDC dalam sebuah pernyataan seraya menekankan aktivitas bersin dan batuk, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (6/10).

Praktis cara melindungi diri dari paparan Covid-19 adalah menjaga jarak setidaknya enam kaki dari orang lain. Terlebih pengidap gejala Covid-19. Coronavirus menyebabkan penyakit pernapasan yang dikeluarkan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi.

“Mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut, sering mencuci tangan, sering membersihkan permukaan yang disentuh, dan tinggal di rumah saat sakit,” imbau CDC dalam panduan terbarunya.

Penularan Covid-19 melalui transmisi udara kian tak terbantahkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta penularan melalui udara dalam pengaturan publik–terutama dalam kondisi yang sangat spesifik, ramai, tertutup, berventilasi buruk, tidak boleh dikesampingkan lagi.

Spesialis penyakit menular AS dari Universitas Vanderbilt, bilang panduan CDC sudah sejalan dengan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan tempat bisnis, di mana banyak potensi kerumunan tiap hari, ventilasinya harus dicek ulang.

“Sistem penanganan udara yang dimiliki harus ditinjau, dilihat seberapa efisiennya dan apakah mendapatkan pertukaran udara yang cukup per jam, dan di mana sudut pengap bangunan itu,” katanya

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

AS Catat Rekor Dunia, Lebih dari 100 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari
apahabar.com

Internasional

Bahas Senjata Nuklir, Trump dan Kim Sudah di Vietnam
apahabar.com

Internasional

REG-COV2, Obat Eksperimen Covid-19 Dipakai Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Hari Ini Singapura Buka Gerbang untuk Turis
apahabar.com

Internasional

Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Baru Kasus Covid-19 di Iran
apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Presiden AS Donald Trump Karantina Mandiri
apahabar.com

Internasional

Domba Termahal di Dunia Terjual Rp7,1 Miliar
apahabar.com

Internasional

Ratusan Ilmuwan Sebut Virus Corona Mengudara, WHO Didesak Ralat Saran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com