Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Lebih Banyak Label Peringatan

- Apahabar.com     Sabtu, 10 Oktober 2020 - 12:05 WITA

Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Lebih Banyak Label Peringatan

Twitter. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dalam waktu dekat, Twitter akan menambahkan lebih banyak pembatasan untuk memperlambat penyebaran informasi yang keliru.

Kebijakan yang dikeluarkan itu terkait dengan proses pemilihan presiden Amerika Serikat.

Pengguna Twitter akan mendapatkan label yang mengarahkan mereka ke informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka dapat me-retweet konten yang telah diberi label menyesatkan.

Kemudian, Twitter akan menambahkan lebih banyak peringatan dan pembatasan pada cuitan dengan label informasi menyesatkan dari tokoh politik AS, termasuk kandidat, serta akun yang berbasis di AS dengan lebih dari 100.000 pengikut atau yang punya “keterlibatan yang signifikan.”

Twitter mengatakan orang-orang harus memanfaatkan label peringatan tersebut saat melihat cuitan. Pengguna juga hanya dapat melakukan “quote tweet,” karena like, retweet dan balas cuitan akan dinonaktifkan.

Saat ini, Twitter telah memberi label pada ribuan unggahan yang menyesatkan, meskipun sebagian besar perhatian tertuju pada label yang ada pada tweet Presiden AS Donald Trump.

Twitter juga mengatakan akan memberli label pada tweet yang secara palsu mengklaim kemenangan bagi kandidat mana pun.

Twitter mengumumkan sejumlah langkah sementara untuk memperlambat amplifikasi konten.

Misalnya, mulai 20 Oktober hingga setidaknya akhir pekan pemilu AS, pengguna global yang menekan “retweet” akan diarahkan terlebih dahulu ke tombol “quote tweet” untuk mendorong orang menambahkan komentar mereka sendiri.

Selanjutnya, Twiiter juga akan berhenti menampilkan topik yang sedang tren tanpa konteks tambahan, dan akan menghentikan rekomendasi “disukai oleh” dari orang yang tidak mereka kenal di timeline pengguna.

Keputusan Twitter untuk menginjak rem pada rekomendasi otomatis kontras dengan pendekatan di Facebook, yang meningkatkan promosi untuk grup meskipun ada kekhawatiran tentang ekstremisme di ruang-ruang itu.

Perusahaan media sosial tersebut berada di bawah tekanan untuk memerangi kesalahan informasi terkait pemilu dan bersiap menghadapi kemungkinan kekerasan atau intimidasi di tempat pemungutan suara saat pemungutan suara pada 3 November mendatang.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Menlu AS Pompeo Yakinkan Masyarakat Indonesia Dapat Lalui Pandemi Covid-19 Bersama-sama
WHO

Internasional

Kabar Baik untuk Dunia, WHO Setujui Vaksin China, Barat, dan Rusia
Kudeta Militer Myanmar

Internasional

Viral ‘Ampun Bang Jago’ Saat Militer Myanmar Kudeta Suu Kyi
Joe Biden

Internasional

Jokowi hingga Joe Biden, Berikut Pemimpin Dunia Juga Bakal Disuntik Pertama Vaksin Covid-19

Internasional

Menteri Malaysia Mundur Imbas Kisruh Status Darurat Covid
apahabar.com

Internasional

Jaga Jarak 6 Kaki! Covid-19 Makin Gampang Menular lewat Udara
Afghanistan

Internasional

Pemerintah China Desak Warganya di Afghanistan untuk Berpakaian Islami
apahabar.com

Internasional

Mengintip Lokasi Pemandian Kuno Usia 2000 Tahun yang Baru Ditemukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com