Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Lebih Banyak Label Peringatan

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 12:05 WIB

Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Lebih Banyak Label Peringatan

Twitter. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dalam waktu dekat, Twitter akan menambahkan lebih banyak pembatasan untuk memperlambat penyebaran informasi yang keliru.

Kebijakan yang dikeluarkan itu terkait dengan proses pemilihan presiden Amerika Serikat.

Pengguna Twitter akan mendapatkan label yang mengarahkan mereka ke informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka dapat me-retweet konten yang telah diberi label menyesatkan.

Kemudian, Twitter akan menambahkan lebih banyak peringatan dan pembatasan pada cuitan dengan label informasi menyesatkan dari tokoh politik AS, termasuk kandidat, serta akun yang berbasis di AS dengan lebih dari 100.000 pengikut atau yang punya “keterlibatan yang signifikan.”

Twitter mengatakan orang-orang harus memanfaatkan label peringatan tersebut saat melihat cuitan. Pengguna juga hanya dapat melakukan “quote tweet,” karena like, retweet dan balas cuitan akan dinonaktifkan.

Saat ini, Twitter telah memberi label pada ribuan unggahan yang menyesatkan, meskipun sebagian besar perhatian tertuju pada label yang ada pada tweet Presiden AS Donald Trump.

Twitter juga mengatakan akan memberli label pada tweet yang secara palsu mengklaim kemenangan bagi kandidat mana pun.

Twitter mengumumkan sejumlah langkah sementara untuk memperlambat amplifikasi konten.

Misalnya, mulai 20 Oktober hingga setidaknya akhir pekan pemilu AS, pengguna global yang menekan “retweet” akan diarahkan terlebih dahulu ke tombol “quote tweet” untuk mendorong orang menambahkan komentar mereka sendiri.

Selanjutnya, Twiiter juga akan berhenti menampilkan topik yang sedang tren tanpa konteks tambahan, dan akan menghentikan rekomendasi “disukai oleh” dari orang yang tidak mereka kenal di timeline pengguna.

Keputusan Twitter untuk menginjak rem pada rekomendasi otomatis kontras dengan pendekatan di Facebook, yang meningkatkan promosi untuk grup meskipun ada kekhawatiran tentang ekstremisme di ruang-ruang itu.

Perusahaan media sosial tersebut berada di bawah tekanan untuk memerangi kesalahan informasi terkait pemilu dan bersiap menghadapi kemungkinan kekerasan atau intimidasi di tempat pemungutan suara saat pemungutan suara pada 3 November mendatang.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Internasional

WNI dan Puluhan Staf PBB Jadi Korban Ethiopian Airlines
apahabar.com

Internasional

Bayi Harimau Sumatra Lahir di Kebun Binatang Polandia
apahabar.com

Internasional

UPDATE Terkini Kondisi Presiden Donald Trump Pascadiberi Oksigen dan Dua Dosis Obat Remdesivir
apahabar.com

Internasional

Helikopter Taiwan Jatuh, Dua Tentara Gugur
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 WNI 17 Oktober: Bertambah 7 Kasus, Jadi 1.644
apahabar.com

Internasional

Korsel Sebut Indonesia Mitra Utama Penanggulangan Covid-19
apahabar.com

Internasional

Setelah TikTok, Trump Incar Alibaba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com