Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Jepang Latihan Militer di Laut China Selatan, Pemerintah Cina Geram

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 18:41 WIB

Jepang Latihan Militer di Laut China Selatan, Pemerintah Cina Geram

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, TOKYO —Japan’s Maritime Self-defense Force menggelar latihan militer antikapal selam di Laut China Selatan pada Jumat (9/10). Pemerintah Cina tak suka dengan kegiatan seperti itu di “Wilayahnya”.

Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan, tujuan latihan itu “untuk meningkatkan kemampuan taktis mereka”. Namun tak dijelaskan secara terperinci perihal apa saja yang dilakukan dalam latihan tersebut.

Kapal-kapal yang terlibat dalam latihan itu akan berhenti di Cam Ranh Bay di Vietnam selama akhir pekan untuk mengisi kembali suplai.

Surat kabar Global Times yang disokong Pemerintah Cina mengomentari latihan militer Jepang di Laut China Selatan.

Menurut Global Times kegiatan militer yang sering dilakukan di Laut Cina Selatan tidak kondusif bagi keamanan dan stabilitas wilayah tersebut. Pemerintah Cina pun menentang keras kegiatan semacam itu.

Cina mengeklaim sekitar 90 persen atau 1,3 juta mil persegi wilayah Laut China Selatan sebagai teritorialnya. Klaim itu didasarkan pada garis putus-putus atau garis demarkasi berbentuk “U” yang diterbitkan pada 1947. Klaim itu ditentang sejumlah negara ASEAN, seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.
Amerika Serikat pun menolak klaim Cina karena menganggap Laut China Selatan sebagai wilayah perairan internasional.

Sebagai wujud penentangan, Washington kerap menggelar operasi kebebasan navigasi di wilayah Laut Cina Selatan. Hal itu memicu ketegangan antara China dan AS.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

NASA Temukan Air di Permukaan Bulan
apahabar.com

Internasional

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Kini Tertular Virusnya
apahabar.com

Internasional

Rekor, WHO Catat 259.848 Kasus Covid-19 Global dalam 24 Jam
apahabar.com

Internasional

AS Memanas Pasca-Kematian George Flyod, Protes Meluas dari LA hingga Chicago
apahabar.com

Internasional

Uji Coba Mobil Terbang, Bagaimana Hasilnya?
apahabar.com

Internasional

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin
apahabar.com

Internasional

Atasi Gejala Covid-19, Warga Amazon Pilih Konsumsi Daun Jambu
apahabar.com

Internasional

Postingan Hina Rasulullah, Picu Kerusuhan Berdarah di India
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com