Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu

Jika Diganggu, Presiden China: Kami Tidak Takut Perang

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 13:20 WIB

Jika Diganggu, Presiden China: Kami Tidak Takut Perang

Presiden China Xi Jinping. Foto-Net

apahabar.com, BEIJING – Presiden China Xi Jinping tidak akan membiarkan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan negaranya dirongrong. Bahkan dia menyatakan tidak takut untuk berperang.

Dalam pidatonya di Aula Besar Rakyat di Beijing pada Jumat (23/10), Xi mengatakan setiap tindakan unilateralisme, monopoli, dan intimidasi terhadap China tidak akan pernah berhasil dan hanya mengarah pada jalan buntu.

“Biarkan dunia tahu bahwa ‘rakyat China sekarang terorganisir dan tidak boleh dianggap enteng’,” kata Xi, mengutip kata-kata Mao Zedong, bapak pendiri Republik Rakyat China, dilaporkan laman Aljazirah.

Xi menegaskan China tidak akan membuat masalah. “Tapi kami juga tidak takut. Tidak peduli kesulitan atau tantangan yang kami hadapi, kaki kami tidak akan gemetar dan punggung tidak akan menekuk,” ujarnya.

Xi juga menekankan perlunya modernisasi pertahanan dan angkatan bersenjata negara untuk menciptakan militer kelas dunia. “Tanpa tentara yang kuat, tidak akan ada ibu pertiwi yang kuat,” ucapnya.

Dalam pidatonya, Xi memang tak menyinggung secara spesifik siapa pihak yang selalu melakukan tindakan unilateralisme dan intimidasi terhadap China. Namun pidatonya diyakini ditujukan untuk Amerika Serikat (AS). Hubungan kedua negara tersebut saat ini memang tidak harmonis dan selalu terlibat perselisihan.

Saat berpidato Xi sempat menyinggung tentang Perang Korea yang terjadi pada 1950-1953. Dalam perang tersebut, Beijing membantu sekutunya, yakni Korea Utara (Korut). Xi memuji kegigihan pasukan China kala itu yang berperang melawan Korea Selatan (Korsel) dan AS.

“Setelah pertempuran yang sulit, pasukan China dan Korea (Utara), bersenjata lengkap, mengalahkan lawan mereka, menghancurkan mitos tentang tak terkalahkannya militer AS, dan memaksa penjajah untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 27 Juli 1953,” ujar Xi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Dililit Utang, Malaysia Airlines Terancam Bangkrut?
apahabar.com

Internasional

Menlu AS Pompeo Yakinkan Masyarakat Indonesia Dapat Lalui Pandemi Covid-19 Bersama-sama
apahabar.com

Internasional

Presiden Rouhani Sebut 25 Juta Warga Iran Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Bersih-bersih Gereja, Pemuda Muslim Mosul Dipuji Pendeta
apahabar.com

Internasional

Sampah Elektronik Global Terus Naik dalam 5 Tahun
apahabar.com

Internasional

Selamat dari Penularan Virus Corona, Donald Trump Tak Takut Covid-19
apahabar.com

Internasional

Pangeran Abdul Azim Wafat, Brunei Berkabung 7 Hari

Internasional

Albert Einstein dan Lebah Zombie, Pertanda Kiamat?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com