Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel

Jika Diganggu, Presiden China: Kami Tidak Takut Perang

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 13:20 WIB

Jika Diganggu, Presiden China: Kami Tidak Takut Perang

Presiden China Xi Jinping. Foto-Net

apahabar.com, BEIJING – Presiden China Xi Jinping tidak akan membiarkan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan negaranya dirongrong. Bahkan dia menyatakan tidak takut untuk berperang.

Dalam pidatonya di Aula Besar Rakyat di Beijing pada Jumat (23/10), Xi mengatakan setiap tindakan unilateralisme, monopoli, dan intimidasi terhadap China tidak akan pernah berhasil dan hanya mengarah pada jalan buntu.

“Biarkan dunia tahu bahwa ‘rakyat China sekarang terorganisir dan tidak boleh dianggap enteng’,” kata Xi, mengutip kata-kata Mao Zedong, bapak pendiri Republik Rakyat China, dilaporkan laman Aljazirah.

Xi menegaskan China tidak akan membuat masalah. “Tapi kami juga tidak takut. Tidak peduli kesulitan atau tantangan yang kami hadapi, kaki kami tidak akan gemetar dan punggung tidak akan menekuk,” ujarnya.

Xi juga menekankan perlunya modernisasi pertahanan dan angkatan bersenjata negara untuk menciptakan militer kelas dunia. “Tanpa tentara yang kuat, tidak akan ada ibu pertiwi yang kuat,” ucapnya.

Dalam pidatonya, Xi memang tak menyinggung secara spesifik siapa pihak yang selalu melakukan tindakan unilateralisme dan intimidasi terhadap China. Namun pidatonya diyakini ditujukan untuk Amerika Serikat (AS). Hubungan kedua negara tersebut saat ini memang tidak harmonis dan selalu terlibat perselisihan.

Saat berpidato Xi sempat menyinggung tentang Perang Korea yang terjadi pada 1950-1953. Dalam perang tersebut, Beijing membantu sekutunya, yakni Korea Utara (Korut). Xi memuji kegigihan pasukan China kala itu yang berperang melawan Korea Selatan (Korsel) dan AS.

“Setelah pertempuran yang sulit, pasukan China dan Korea (Utara), bersenjata lengkap, mengalahkan lawan mereka, menghancurkan mitos tentang tak terkalahkannya militer AS, dan memaksa penjajah untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 27 Juli 1953,” ujar Xi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Cuaca Panas Tak Menghambat Corona, Ahli: Pakai Masker dan Jaga Jarak Solusinya
apahabar.com

Internasional

Ada Undian Rp590 Miliar dari Facebook
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 di AS: 1.761.503 Kasus, 103.700 Kematian

Internasional

UPDATE Hasil Pilpres Amerika Serikat, Biden 238 Suara Elektoral, Trump 213, Sisa 7 Negara Bagian!
apahabar.com

Internasional

Presiden AS Donald Trump dan Sang Istri Melania Positif Covid-19, Ini Diduga Penyebabnya
apahabar.com

Internasional

Helikopter Taiwan Jatuh, Dua Tentara Gugur
apahabar.com

Internasional

Bersih-bersih Gereja, Pemuda Muslim Mosul Dipuji Pendeta

Internasional

Stimulus Biden Diteken, Harga Emas Dunia Bangkit!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com