Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Jokowi Beri Lampu Hijau Impor Langsung Garam Industri untuk Bahan Baku

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 15:35 WIB

Jokowi Beri Lampu Hijau Impor Langsung Garam Industri untuk Bahan Baku

Ilustrasi - Petani memanen garam di Pamekasan, Jawa Timur. Foto-Antara/Saiful Bahri/hp

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beri lampu hijau atau mengizinkan impor langsung garam industri yang akan digunakan sebagai bahan baku.

Meski demikian bahan baku dalam industri pangan tersebut harus terlebih dahulu ada rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Presiden setuju bahwa industri-industri yang untuk makanan, dan yang butuh garam industri itu mereka mengimpor langsung dengan rekomendasi dari Kemenperin,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi melalui video conference dengan topik percepatan penyerapan garam rakyat dari Istana Merdeka Jakarta seperti dilansir Antara, Senin (5/10).

Ia mencontohkan, industri kaca saat membutuhkan garam, diizinkan untuk mengimpor tetapi jika membocorkan garam impor tersebut ke pasar domestik sehingga menyebabkan harga garam rakyat turun maka izinnya akan dicabut.

Kemenperin disebutnya telah memiliki data terkait jumlah industri membutuhkan garam industri sekaligus kebutuhan mereka.

“Saya kira itu akan diinventarisir oleh Pak Agus (Menperin) dan diterbitkan kepada publik, sehingga publik akan mengawasi benar tidak jumlahnya,” kata Luhut.

Hal itu kata dia, berlaku pula untuk gula di mana izin impor hanya diberikan kepada industri pangan yang memerlukan gula sebagai bahan baku.

“Misal industri makanan dia perlu gula, dia impor. Mana saja industri makanan yang perlu gula, nanti Agus Gumiwang yang paling tahu. Dan dia juga yang tahu jumlahnya berapa. Nanti kalau dia mengimpor dan menjual ke luar maka akan dicabut izinnya atau ada sanksi dari Kemenperin,” katanya.

Luhut juga menekankan terkait teknologi untuk memproduksi garam yang juga bisa dilakukan dari PLTU sebagaimana dikembangkan oleh BPPT.

Ia mendorong hal itu agar segera dapat dilaksanakan sehingga industri garam terintegrasi dapat diwujudkan melalui teknologi yang ada.

“Presiden minta pilot project untuk industri garam,” kata Luhut.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Jelang Maulid, Pertamina Prediksi Kebutuhan LPG 3 Kg Bakal Naik
apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Belanda Capai Kerja Sama Bisnis Senilai 1 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

Pulihkan Ekonomi di New Normal, Repnas Kalsel: Mari Beli Produk Lokal
apahabar.com

Ekbis

Emas 99,9 di Banjarmasin Alami Penurunan
apahabar.com

Ekbis

Kembali Naik, Harga Emas Antam Jadi Rp 851.000 per Gram

Ekbis

Update 1 April: Kasus Covid-19 Naik, Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang Putih, Begini Trik Kementan
apahabar.com

Ekbis

Surat Edaran Menaker, THR Bisa Dicicil atau Ditunda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com