3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Jokowi Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam

- Apahabar.com Sabtu, 31 Oktober 2020 - 17:21 WIB

Jokowi Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam

Presiden Joko Widodo. Foto-Birkom Kemenparekraf via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina agama Islam.

“Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia,” kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta, dilansir Antara, Sabtu (31/10).

Jokowi menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan para tokoh agama yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

“Yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” kata Jokowi.

Jokowi menilai bahwa kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hukum dengan agama apa pun,” ujar Jokowi.

Indonesia pun mengecam keras kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice.

“Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa,” ujar Kepala Negara.

Pada Kamis (29/10), penyerang bersenjata pisau menewaskan dua orang dan melukai sejumlah orang lainnya di satu gereja di Kota Nice, Prancis.

Pelaku mengaku ingin membalas pemenggalan guru Sejarah dan Geografi Samuel Paty (47) pada 16 Oktober 2020 di Eragny yang dipenggal oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18), karena Paty menunjukkan kartun nabi Muhammad.

Namun Presiden Emmanuel Macron berpendapat bahwa Paty hanya mengajarkan kebebasan berekspresi dan berpendapat pada para siswanya.

Emmanuel Macron juga mengeluarkan kata-kata soal Islam yang menyinggung umat Muslim.

Macron menyebut “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis saat ini, di seluruh dunia”

Menurut Macron, pemenggalan guru sejarah tersebut merupakan serangan teroris Islam. Macron juga menuduh Muslim bersikap separatis.

Hal inilah yang membuat sejumlah negara Islam di dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis itu. Muncul juga kampanye untuk memboikot produk asal Prancis.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kabar Virus Corona: Mie Instan Hingga Minyak Goreng Laris Manis, Kok Bisa?

Nasional

Kabar Virus Corona: Mie Instan Hingga Minyak Goreng Laris Manis, Kok Bisa?
apahabar.com

Nasional

Dapat Grasi, WNA Pencabul Siswa JIS Bebas!
apahabar.com

Nasional

Buaya Besar Gegerkan Warga Kalianda Lampung
apahabar.com

Nasional

Kondisi Hanafi Rais Usai Kecelakaan, Hamun Rais: Ia Terus Berdzikir
apahabar.com

Nasional

Walhi Minta Pemerintah Lindungi Orang Utan dari Perburuan
apahabar.com

Nasional

Ratusan Bangsawan Saudi Terinfeksi Corona, Raja Salman Mengasingkan Diri
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Jemaah Haji Menuju Arafah
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Kesiapan Masjid Istiqlal Terapkan New Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com