Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya Maksimalkan Penyekatan, Kalsel Tutup Semua Jalur Mudik Provinsi-Kabupaten

Jokowi Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam

- Apahabar.com Sabtu, 31 Oktober 2020 - 17:21 WIB

Jokowi Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam

Presiden Joko Widodo. Foto-Birkom Kemenparekraf via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina agama Islam.

“Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia,” kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta, dilansir Antara, Sabtu (31/10).

Jokowi menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan para tokoh agama yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

“Yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” kata Jokowi.

Jokowi menilai bahwa kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hukum dengan agama apa pun,” ujar Jokowi.

Indonesia pun mengecam keras kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice.

“Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa,” ujar Kepala Negara.

Pada Kamis (29/10), penyerang bersenjata pisau menewaskan dua orang dan melukai sejumlah orang lainnya di satu gereja di Kota Nice, Prancis.

Pelaku mengaku ingin membalas pemenggalan guru Sejarah dan Geografi Samuel Paty (47) pada 16 Oktober 2020 di Eragny yang dipenggal oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18), karena Paty menunjukkan kartun nabi Muhammad.

Namun Presiden Emmanuel Macron berpendapat bahwa Paty hanya mengajarkan kebebasan berekspresi dan berpendapat pada para siswanya.

Emmanuel Macron juga mengeluarkan kata-kata soal Islam yang menyinggung umat Muslim.

Macron menyebut “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis saat ini, di seluruh dunia”

Menurut Macron, pemenggalan guru sejarah tersebut merupakan serangan teroris Islam. Macron juga menuduh Muslim bersikap separatis.

Hal inilah yang membuat sejumlah negara Islam di dunia mengecam pernyataan Presiden Prancis itu. Muncul juga kampanye untuk memboikot produk asal Prancis.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hampir 300 Kasus, Covid-19 di Bandung Bergerak Landai
Berikut

Nasional

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Berikut Rinciannya

Nasional

Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Sayat Leher Perawat di Parkiran Bandara Soetta
apahabar.com

Nasional

KPU: Jumlah Pejuang Demokrasi Meninggal 296 Orang, Besaran Santunan Rp 36 Juta
KPAI

Nasional

Jokowi Dikalahkan Sitti, Pengklaim Perempuan Bisa Hamil Akibat Berenang di Kolam
apahabar.com

Nasional

Korban PHK Nekad Mudik Jalan Kaki dari Jakarta ke Solo
apahabar.com

Nasional

Badko HMI Kalselteng Kecam Paham Radikal Berupaya Gagalkan Pelantikan Presiden

Nasional

Jenazah Aipda Erwin Selesai Diautopsi, Kapolsek Bungkam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com