Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel

Jokowi: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Reformasi Sistem Kesehatan Nasional

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:14 WIB

Jokowi: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Reformasi Sistem Kesehatan Nasional

Presiden Joko Widodo. Foto: YouTube @Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum penguatan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan di Tanah Air.

“Pandemi ini memberi banyak pelajaran kepada kita. Semakin kita tahu kelemahan-kelemahan yang harus segera kita perbaiki,” kata Jokowi pada peringatan HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagaimana video yang ditayangkan Sekretariat Presiden dilansir Antara, Sabtu (24/10).

Jokowi mengatakan situasi sulit karena pandemi Covid-19 ini dapat digunakan sebagai momentum untuk transformasi dalam reformasi sistem kesehatan nasional.

Reformasi tersebut, sebut Jokowi, di antaranya dapat dimulai dari sisi pencegahan.

Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat menjadi prioritas utama yang membutuhkan dukungan dari sektor non-kesehatan.

Kemudian juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan.

Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pengembangan rumah sakit dan balai-balai kesehatan, serta industri obat-obatan dan alat-alat kesehatan di Tanah Air juga terus dilakukan.

Jokowi mengatakan selama pandemi ini misalnya, telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti dan inovator di dalam negeri.

“Rapid diagnostic test, emergency ventilator, mobile lab biosafety yang dilengkapi dengan PCR, penggunaan artificial intelligence untuk penegakan diagnosis Covid-19, dan aplikasi Covid Track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien, serta kita mempercepat clinical trial dan produksi massal Vaksin Merah Putih,” jelas Jokowi.

Kepala Negara mengatakan cara-cara luar biasa memang harus dilakukan untuk menangani berbagai persoalan terkait kesehatan masyarakat, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga prioritas pada penurunan angka stunting di Tanah Air.

“Karena itu saya berharap agar IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan. Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata, tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan masyarakat,” ujar Jokowi.

Jokowi meyakini dengan semangat kolaborasi, transformasi sistem kesehatan akan bisa dilakukan dan membawa masyarakat yang sehat dan sejahtera.

IDI tidak sendirian

Jokowi mengatakan peranan IDI juga tidak sebatas memadukan segenap potensi dokter Indonesia dan mengembangkan iptek kedokteran, tapi juga selalu meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Peran besar tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dan kerja sama erat banyak pihak agar IDI dapat mencapai tujuannya itu.

“Saya yakin dalam perjuangan panjang itu, IDI tidak bisa sendirian. IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi-profesi lain, ada industri, dan sebagainya. Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat, sehingga apa yang menjadi tujuan IDI akan bisa tercapai,” ujar Kepala Negara.

Bekerja dalam ekosistem tersebut, kata Jokowi, egosentrisme lembaga-lembaga jelas harus dihilangkan.

“Semua lembaga terkait harus mampu bekerja sama dan bergandeng erat dalam menjalankan tugasnya masing-masing,” ujar Jokowi.

Kepala Negara juga menyampaikan salam bagi para dokter yang sedang bertugas di tempat-tempat yang sulit terjangkau di pelosok Tanah Air, serta yang saat ini sedang berjuang untuk merawat pasien-pasien Covid-19.

“Untuk semua dokter yang tergabung pada Ikatan Dokter Indonesia, selamat ulang tahun yang ke-70. Tetaplah menjadi penjaga harapan, berjuang untuk kemanusiaan,” kata Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terkait Papua, Polisi Tetapkan Dandhy Tersangka UU ITE
Simpatisan Habib Rizieq

Nasional

Polisi Amankan Simpatisan Habib Rizieq di Depan PN Jakarta Timur
apahabar.com

Nasional

UU Cipta Kerja Redam Budaya KKN, Ini Penjelasannya
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Dana Desa Rp187 Triliun, Hati-hati Menggunakannya
apahabar.com

Nasional

Bantu Pemerintah, Ketum Hipmi Rela Hotelnya Jadi Tempat Isolasi
apahabar.com

Nasional

Mengenal Cuncung Syafruddin H Maming, Dari Senayan Menuju Tanbu-1
apahabar.com

Nasional

Mengerikan, Virus Corona Sudah Tewaskan 724 Korban

Nasional

Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com