Mobil Terbelah dan Terbakar Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen Latihan Dasar Pramuka di HST, Petakan Daerah Rawan Bencana Bupati Arifin Arpan Minta Maaf, Tak Ada Arakan Pengantin di HUT Tapin Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Jokowi Sampaikan Prioritas Industri Turunan Batu Bara

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:20 WIB

Jokowi Sampaikan Prioritas Industri Turunan Batu Bara

Ilustrasi - Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Foto-Antara/Nova Wahyudi/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa prioritas pengembangan industri turunan batu bara.

“Ada beberapa prioritas yang bisa dikerjakan seperti program gasifikasi batubara atau DME gasifikasi batubara menjadi syngas dan yang diperlukan industri petrokimia serta DME yang sangat penting sebagai substitusi LPG dimana LPG kita masih impor sehingga bisa mengurangi impor LPG kita,” kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor dilansir Antara, Jumat (23/10).

Jokowi menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas dengan topik “Percepatan Peningkatan Nilai Tambah Batu Bara” melalui “video conference”.

DME atau dimethyl ether dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG sedangkan syngas yang merupakan singkatan dari “synthetic gas” merupakan gas berenergi yang dihasilkan melalui proses gasifikasi batu bara untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kimia seperti pupuk dan petrokimia, listrik dan gas kota.

“Saya minta road map optimalisasi batu bara dalam negeri betul-betul dipercepat dengan penerapan teknologi yang ramah lingkungan,” tambah Kepala Negara.

Presiden Jokowi meminta agar para menterinya menentukan strategi produk hilir yang ingin dikembangkan.

“Sehingga jelas arah mana yang akan kita tuju. Berapa banyak yang akan diubah menjadi gas, berapa banyak yang akan diubah menjadi petrokimia dan kawasan yang akan dikembangkan menjadi hilirisasi industri batubara di mana saja sehingga jelas arah kita ini seperti apa,” tegas Jokowi.

Jokowi juga memerintahkan agar wilayah yang memiliki cadangan sumber batu bara dipastikan cukup untuk menjamin pasokan batu bara dalam hilirisasi industri batu bara.

“Sebelumnya saya ingin mengingatkan bahwa kita semua harus bergeser dari negara pengekspor bahan-bahan mentah dan salah satunya adalah batu bara menjadi negara industri yang mampu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Ini saya kira strategi besar yang kita harus konsisten untuk menjalankannya,” ungkap Jokowi.

Untuk itu, industri batu bara Indonesia diminta untuk bergerak ke pengembangan industri turunan batu bara mulai dari industri peningkatan mutu “upgrading”, pembuatan briket batu bara, pembuatan kokas (batu bara berkalori tinggi), pencairan batu bara, gasifikasi batu bara sampai dengan campuran batu bara cair.

“Saya yakin dengan mengembangkan industri turunan batu bara ini saya yakin dapat meningkatkan nilai tambah komoditas berkali-kali lipat, mengurangi ‘core’ bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri seperti industri baja, industri petrokimia dan tidak kalah pentingnya kita bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” jelas Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pasar Respon Positif Perpanjangan PSBB Jakarta, Rupiah Ditutup Stagnan
apahabar.com

Ekbis

Di Ambang Kebangrutan, Pizza Hut Ajukan Perlindungan
apahabar.com

Ekbis

Tuah Lebaran, Toko Perhiasan di Pasar Banjarbaru Diserbu ‘Emak-Emak’
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabe di Marabahan Naik Lagi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Melemah 128 Poin ke Level Rp 13.888
apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel: Kredit Macet Sampai 30 Persen Hoax
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Naiknya Bursa Asia
apahabar.com

Ekbis

Baca! Daftar Bank yang Pangkas Bunga Kartu Kredit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com