Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Jual Obat Terlarang dan Gaduk di Mandingin Barabai HST, Simak Pengakuan Tersangka

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:44 WIB

Jual Obat Terlarang dan Gaduk di Mandingin Barabai HST, Simak Pengakuan Tersangka

John Lee CS mendapati barang bukti di dalam mobil milik pelaku SAR. Foto-Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Seorang pedagang warung kelontong, SAR (43) di Desa Mandingin RT 15, Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), ditangkap John Lee CS, Tim Opsnal Satresnarkoba.

Selain berdagang barang kelontong, SAR juga diduga nyambi jualan hingga mengedarkan obat terlarang dan alkohol berbagai merek tanpa izin.

Setelah dilakukan penggeledahan, puluhan ribu butir obat Seledryl, Samcodin serta alkohol berbagai merek berhasil didapati tim kebanggaan Polres HST ini dari warung SAR.

Saat ini, SAR telah ditetapkan tersangka. Dia dijerat Pasal 196 dan/atau Pasal 198 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

SAR diancam pidana penjara maksimal 10 tahun dengan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pria ini mengaku sudah 4 bulan terakhir menjual obat daftar G dan alkohol tadi. Dia nyambi jualan barang-barang terlarang tadi berdasarkan inisiatif sendiri.

Dia mengaku pergi sendiri dengan membawa mobil untuk membeli serta mengangkut obat-obatan dan alkohol. Per bulannya, SAR membeli hingga 5 dus obat-obatan dan alkohol.

“Barang ini [Seledryl, Samcodin dan alkohol] saya beli sendiri dari Banjarmasin,” kata SAR saat ditemui apahabar.com di Mapolres HST, Kamis (29/10) siang.

SAR belum bisa mengkalkulasi berapa hasil penjualan obat-obatan tanpa izin dan alkohol selama kurang lebih 4 bulan tadi. Yang jelas penghasilannya lebih besar daripada jualannya di warung.

“Tidak menentu juga,” tutup SAR.

Sebelumnya, SAR yang merupakan warga Jalan Telaga Air Mata Padwangan RT 1, Kecamatan Barabai ini ditangkap pada Rabu (28/10) sekitar pukul 13.00 Wita.

apahabar.com

Kasat Narkoba Polres HST, Iptu Lamris menunjukkan barang bukti dari isi dalam kardus dan pelaku ketika diamankan di Mapolres HST, Kamis (29/10). Foto-apahabar.com/Lazuardi

Dari hasil penggeledehan, John Lee CS mendapati 3 kardus yang berisi puluhan boks berisi ribuan butir obat terlarang dan alkohol.

Penangkapan SAR ini dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres HST, Iptu Lamris Manurung. Penangkapan oleh John Lee CS ini pun disaksikan warga setempat.

“Pelaku berkedok warung biasa seperti menjual rokok atau seperti toko biasanya,” kata Lamris, kepada apahabar.com, Kamis (29/10).

Sementara itu, Ps Paur Subag Humas Polres HST, Aipda M Husaini menambahkan penangkapan SAR berdasarkan informasi dari masyarakat. Disebutkan masyarakat resah dengan adanya transaksi atau jual beli obat-obatan terlarang di Mandingin.

SAR diduga menjual obat-obatan tanpa izin resmi. Bahkan pelaku ini disebut juga mengedarkan obat-obatan yang melanggar undang-undang kesehatan.

“Kami sebelumnya menerima laporan masyarakat yang resah akan kegiatan-kegaiatan yang dilakukan SAR. Kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku,” terang Husaini.

Husaini merincikan, barang bukti 3 buah kardus yang berhasil didapati dari SAR berisi 40.200 butir obat Seledryl dan 600 butir obat Samcodin.

“Untul Seledryl ada 135 box. Sedangkan Samcodi ada 6 box,” kata Husaini.

Sementara untuk minuman beralkohol, John Lee CS berhasil mendapatkan 10 kotak yang berisi 240 botol alkohol 95 persen bercap gadjah isi 100 mililiter.

Untuk alkohol ukuran jombo atau isi 300 mililiter dengan merek yang sama sebanyak 1 kotak yang berisi 100 botol.

Merek lainnya yakni alkohol Nova. Ada 5 kotak berisi 120 botol alkohol 70 persen isi 300 mililiter dan 1 kotak berisi 100 botol alkohol 70 persen isi 100 mililiter.

“Selain itu kita amankan juga 30 lembar petunjuk pemakaian obat Seledryl, uang Rp 810.000, sebuah gawai dan satu unit mobil yang diduga digunakan pelaku untuk membeli barang tadi ke Banjarmasin,” tutup Husaini.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Tapin

Hukum

Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’
apahabar.com

Hukum

Libatkan Anak Kandung, Kades Pengutil Dana Desa di Kotabaru Diadili
apahabar.com

Hukum

Sempat Pukul Korban, Perampok Gasak Emas 60 Gram di Tamban Muara
Kakek Basri

Hukum

Kakek Basri Bonyok Bukan Pertama Kali, Penyebabnya Masih Jadi Teka-Teki
apahabar.com

Hukum

BNNK Batola Bekuk Dua Pengedar Sabu Di Alalak
apahabar.com

Hukum

Perkelahian Pasar Baru, Korban Sempat Mengamuk Saat Hendak Ditolong
apahabar.com

Hukum

Dikenal Licin, Pengedar Sabu Terciduk di Hotel Kawasan Alalak
apahabar.com

Hukum

Ribut-Ribut di Kontrakan, Pria Tabalong Simpan Serbuk Bening
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com