Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap

Kaltim Bertekad Bangun 300 Hektare Hutan Rakyat di Jonggon

- Apahabar.com Sabtu, 17 Oktober 2020 - 23:11 WIB

Kaltim Bertekad Bangun 300 Hektare Hutan Rakyat di Jonggon

Kaltim bertekad membangun ratusan hektare hutan rakyat, salah satunya di lokasi ibu kota baru. Foto: Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur bertekad membangun 300 hektare hutan rakyat (PHR).

PHR berlokasi di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas lahan 150 hektare.

Kemudian, di Kabupaten Penajam Paser Utara 150 hektare, terdiri Desa Wonosari Kecamatan Sepaku seluas 100 hektare dan Desa Giri Mukti Kecamatan Penajam seluas 50 hektare.

“Kegiatan itu dilaksanakan pada lahan milik masyarakat yang tinggal di sekitar, kawasan hutan yang terdampak akibat pandemi Covid19,” kata Kepala Dishut Kaltim Amrullah di Samarinda, Sabtu (17/10), dilansir Antara.

Pembangunan hutan rakyat, lanjut Amrullah, merupakan bagian program rehabilitasi lahan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pola pelaksanaan swakelola oleh masyarakat dan kelompok tani dalam bentuk hari orang kerja (HOK) pada tahapan kegiatan persiapan/pembersihan lahan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman (pemupukan) berlangsung selama 3 tahun,” ujarnya.

Selain biaya kegiatan, ungkap Amrullah, Dishut memberikan bantuan berupa bibit tanaman Sengon 206.400 batang dan pupuk organik 187.500 kg.

“Dishut merencanakan program pemberdayaan masyarakat pelaksana kegiatan PHR dengan memberikan bantuan bibit tanaman semusim (padi, jagung, kedelai, jahe dan lainnya) sistem tumpangsari. Diharapkan mendukung ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.

Pola tumpangsari, lanjut Amrullah, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam masa tunggu waktu pemanenan tanaman hutan rakyat.

“Kita harapkan melalui pola tumpang sari, masyarakat bangkit kembali perekonomiannya di tengah pandemi Covid-19,” ucap Amrullah

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Pertamina Selidiki Sumber Elpji yang Meledak di KM Amelia
apahabar.com

Kaltim

17 April Libur Nasional, Wagub Hadi: Bukan untuk Berwisata tapi Nyoblos
apahabar.com

Kaltim

Hore!! Penerbangan Langsung ke Maratua Bakal Bertambah
apahabar.com

Kaltim

Pejuang SIGAP Bantu Tata Kelola Kampung di Berau
apahabar.com

Kaltim

AMPK-Walhi Kecam Tindakan Represif Aparat Saat Demo Tolak Pabrik Semen
apahabar.com

Kaltim

KLHK Dorong Kaltim Miliki Laboratorium Lingkungan
apahabar,com

Kaltim

Pelajar yang Tenggelam di Sungai Karang Mumus Akhirnya Ditemukan!
apahabar.com

Kaltim

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Balikpapan, Delapan Perempuan Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com