UU Cipta Kerja Paksa Puluhan Perda Banjarmasin Harus Direvisi Bahkan Dicabut Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru

Kampanye Capres AS, Biden Serang Penanganan Covid-19, Trump Janji Pandemi Segera Berakhir

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Oktober 2020 - 13:28 WITA

Kampanye Capres AS, Biden Serang Penanganan Covid-19, Trump Janji Pandemi Segera Berakhir

Dua calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Joe Biden menjalani debat terakhir di Belmont University, Nashville, Tennessee, Jumat (23/10/2020). Foto-Antara/Jim Bourg/Pool/pras

apahabar.com, FLORIDA – Kandidat petahana presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (23/10) menjanjikan para pendukungnya bahwa pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Hal itu dijanjikan Trump usai kandidat lawannya, Joe Biden, menyerang penanganan wabah oleh pemerintahannya.

“Kita akan mengakhiri pandemi ini dengan cepat. […] Kehidupan yang normal akan sepenuhnya kembali,” kata Trump dalam sebuah kampanye di The Villages, Florida seperti dilansir Antara.

Sejak virus asal Wuhan, China itu mewabah hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 223.000 orang di AS serta membuat jutaan orang di negara itu kehilangan pekerjaan dan menjadi isu dominan dalam kampanye kedua kandidat.

Pada sebuah kampanye di Wilmington, Delaware, sebelumnya pada hari yang sama, Biden menyebutkan bahwa Trump telah menyerah menangani wabah.

Biden sendiri berjanji bahwa, jika terpilih sebagai presiden, ia akan meminta Kongres untuk menyetujui regulasi komprehensif terkait Covid-19 dan ia akan menandatanganinya dalam waktu 10 hari pertama masa jabatannya.

“Dia [Trump] sudah menyerah menangani Amerika. Dia hanya ingin kita jalan di tempat. Saya tidak akan mematikan perekonomian. Saya tidak akan mematikan negara ini. Saya akan mematikan virusnya,” ujar Biden.

Sementara itu, Trump juga mengolok-olok Biden atas pernyataannya dalam debat final pada Kamis (22/10) mengenai situasi AS yang akan memasuki “musim dingin yang kelam” akibat wabah Covid-19.

Trump mengatakan Biden berupaya membesar-besarkan krisis virus corona untuk menakut-nakuti masyarakat AS demi mendulang suara.

Para peneliti dari Lembaga Metrik dan Evaluasi Kesehatan di Universitas Washington, AS, pada hari yang sama memperingatkan bahwa virus corona dapat menewaskan lebih dari setengah juta orang di negara itu hingga akhir Februari 2021.

Merujuk pada kajian yang dilakukan, mereka juga menyebut sekitar 130.000 nyawa dapat diselamatkan jika semua orang mengenakan masker.

Kurang dari dua pekan hingga hari pemungutan suara utama pada 3 November, lebih dari 52 juta warga Amerika sudah memberikan hak suara mereka.

Michael McDonald dari Proyek Pemilu di Universitas Florida serta sejumlah pakar lainnya memprediksi bahwa pemilu presiden kali ini akan mencapai rekor pemilih yang ikut serta, melampaui angka partisipasi pemilih pada pemilu sebelumnya sebesar 60 persen.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Heboh Penemuan Mayat Terkubur Seadanya di Tepi Sungai Gangga

Internasional

Rusia Kerahkan Alat Tempur ke Tajikistan Usai AS Angkat Kaki dari Afganistan
apahabar.com

Internasional

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis
apahabar.com

Internasional

Bank Sentral Eropa Perkenalkan Mata Uang Digital ke 19 Negara

Internasional

Tak Singgung Nasib Siswi, Taliban Perintahkan Siswa Kembali Sekolah
apahabar.com

Internasional

Satu Lagi, Penasehat Donal Trump Dinyatakan Positif Covid-19
apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
apahabar.com

Internasional

Ajak Bermain Anjing, Presiden AS Terpilih Terkilir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com