Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Kapolri Idham Azis Tegaskan Penuntasan Kasus Djoko Tjandra Komitmen Hukum Sekaligus Bersih-bersih Polri

- Apahabar.com Sabtu, 17 Oktober 2020 - 00:26 WIB

Kapolri Idham Azis Tegaskan Penuntasan Kasus Djoko Tjandra Komitmen Hukum Sekaligus Bersih-bersih Polri

Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto-Polri via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan penuntasan kasus gratifikasi pengurusan pencabutan red notice Djoko Tjandra merupakan bentuk komitmen Polri menegakkan hukum.

Jenderal Idham Azis juga mengapresiasi kinerja jajarannya yang sudah menuntaskan penyidikan kasus pemalsuan dokumen berupa surat jalan serta dugaan suap dan gratifikasi penghapusan red notice dilakukan Djoko Tjandra.

Selesainya kasus ini menandakan Polri serius dalam menuntaskan setiap kasus yang ditanganinya.

“Penuntasan kasus Djoko Tjandra merupakan bentuk komitmen kami dalam penegakan hukum sekaligus upaya bersih-bersih di tubuh Polri,” kata Jenderal Idham melalui keterangan tertulis, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (16/10).

Kapolri menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran pidana meskipun pelakunya adalah orang dengan jabatan atau pangkat tinggi akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Transparan, tidak pandang bulu, semua yang terlibat kami sikat,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Pada Jumat, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menyerahkan berkas perkara tahap II berupa penyerahan barang bukti dan tersangka kepada Kejaksaan.

Empat tersangka yang diserahkan ke Kejaksaan yakni Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo, Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi.

Pelimpahan tahap II ini menandakan mereka akan segera disidang di pengadilan.

Setelah menjadi buronan kasus cessie hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra kembali terlibat kasus pidana pembuatan surat jalan palsu dan penghapusan red notice.

Dalam dua kasus tersebut, Djoko ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Dalam kasus surat jalan palsu, polisi menetapkan tiga tersangka yakni Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking.

Sedangkan di kasus penghapusan red notice ada empat tersangka yakni Tommy Sumardi dan Djoko Tjandra sebagai pemberi suap. Kemudian Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai penerima suap.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

UAS

Nasional

Viral Foto UAS Ditangkap Polisi, Cek Faktanya!
apahabar.com

Nasional

PN Jaksel Belum Pastikan Hakim dan Panitera yang Kena OTT
apahabar.com

Nasional

Angin Segar untuk Guru Honorer, Seleksi Honorer Jadi Setara PNS Digelar 2019
apahabar.com

Nasional

CVR Lion Air Diangkat dari Dasar Laut Tertutup Lumpur 8 Meter
apahabar.com

Nasional

Jadi Rektor Termuda di Indonesia, Risa Ungkap Hasratnya
apahabar.com

Nasional

Medsos Dibatasi, SMS dan Telepon Tetap Jalan
apahabar.com

Nasional

Terungkap, Pengakuan Pria yang Tinggalkan Istri karena Bayinya Cacat
Banser

Nasional

Cerita Heroik Anggota Banser Selamatkan Jemaat Gereja di Malam Natal 20 Tahun Silam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com