3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Kasus Dugaan Korupsi Lahan UPPKB Tabalong, Oknum ASN Ditahan

- Apahabar.com Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:55 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Lahan UPPKB Tabalong, Oknum ASN Ditahan

Penyidik Tipikor Polres Tabalong datang ke Kejari Tabalong untuk melimpahkan berkas dan tersangka dugaan korupsi lahan UPPKB Tabalong. Foto- Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Penyidik Polres Tabalong telah merampungkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong tahun anggaran 2017.

Terkait kasus korupsi lahan UPPKB Tabalong ini, satu orang tersangka RN (45) bersama barang bukti turut diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tabalong, Senin (19/10).

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori membenarkan Unit III Tìndak Pidana Korupsi Sat Reskrim telah melimpahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap II), atas perkara yang diduga tindak pidana korupsi lahan UPPKB Tabalong ke Kejari setempat.

Perkara yang dilimpahkan dugaan tindak pidana korupsi lahan UPPKB pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong tahun anggaran 2017, dengan kerugian negara Rp 1.933.820.000.

“Oknum ASN di Pemkab Tabalong ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah untuk pembangunan UPPKB yang dianggarkan Rp 5 miliar pada DPPA SKPD tahun anggaran 2017,” jelas AKBP M Muchdori.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tabalong, Jhonson Evendi Tambunan, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tahap II beserta tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan lahan UPPKB Tabalong, tahun anggaran 2017.

“Terhadap tersangka kami langsung melakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan nomor PRINT01/0.3.16/Ft 2/10/2020, di Rutan Tanjung,” jelasnya.

Penahanan dilakukan selama 20 hari untuk mempermudah persidangan, dalam kurun waktu itu pihaknya akan menyusun surat dakwaan.

Tersangka RN akan diterapkan pasal 2 dan 3 UU Tipikor sesuai yang ada dalam berkas perkara dengan ancaman Iebih dari 5 tahun penjara.

Jhonson juga mengungkapkan, kemungkinan ditemukan tersangka baru dalam perkara pengadaan lahan UPPKB Tabalong. Pasalnya aparat penegak hukum masih mengembangkan kasusnya.

“Kami sudah menerima SPDP susulan yang dikirimkan oleh penyidik tipikor Polres Tabalong untuk mencari tersangka baru dalam perkara ini,” pungkasnya.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Konsultasi ke Kementerian, Kopi dan Coklat Belum Jadi Prioritas
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini ULM Banjarmasin Kukuhkan 5 Guru Besar Sekaligus
apahabar.com

Kalsel

Selain Serap Aspirasi, Syafruddin H Maming Bantu Alat PJU di Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Tanam Ribuan Pohon, Bentuk Kepedulian Polres Banjar Akan Lingkungan

Kalsel

Covid-19 di Kalsel Lampaui 6 Ribu Kasus
apahabar.com

Kalsel

Audisi Stand Up  Comedy di Café Rumah The Panasdalam Diserbu Komika dari Penjuru Kalimantan
apahabar.com

Kalsel

Nongkrong di Pos, Pengangguran di Wanaraya Ditangkap Bawa Sabu
apahabar.com

Kalsel

Tanaman Dirusak, Warga di Kotabaru Tuntut Ganti Rugi ke Perusahaan Tambang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com