Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Kasus Dugaan Korupsi Lahan UPPKB Tabalong, Oknum ASN Ditahan

- Apahabar.com     Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:55 WITA

Kasus Dugaan Korupsi Lahan UPPKB Tabalong, Oknum ASN Ditahan

Penyidik Tipikor Polres Tabalong datang ke Kejari Tabalong untuk melimpahkan berkas dan tersangka dugaan korupsi lahan UPPKB Tabalong. Foto- Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Penyidik Polres Tabalong telah merampungkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong tahun anggaran 2017.

Terkait kasus korupsi lahan UPPKB Tabalong ini, satu orang tersangka RN (45) bersama barang bukti turut diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tabalong, Senin (19/10).

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori membenarkan Unit III Tìndak Pidana Korupsi Sat Reskrim telah melimpahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap II), atas perkara yang diduga tindak pidana korupsi lahan UPPKB Tabalong ke Kejari setempat.

Perkara yang dilimpahkan dugaan tindak pidana korupsi lahan UPPKB pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong tahun anggaran 2017, dengan kerugian negara Rp 1.933.820.000.

“Oknum ASN di Pemkab Tabalong ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah untuk pembangunan UPPKB yang dianggarkan Rp 5 miliar pada DPPA SKPD tahun anggaran 2017,” jelas AKBP M Muchdori.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tabalong, Jhonson Evendi Tambunan, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tahap II beserta tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan lahan UPPKB Tabalong, tahun anggaran 2017.

“Terhadap tersangka kami langsung melakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan nomor PRINT01/0.3.16/Ft 2/10/2020, di Rutan Tanjung,” jelasnya.

Penahanan dilakukan selama 20 hari untuk mempermudah persidangan, dalam kurun waktu itu pihaknya akan menyusun surat dakwaan.

Tersangka RN akan diterapkan pasal 2 dan 3 UU Tipikor sesuai yang ada dalam berkas perkara dengan ancaman Iebih dari 5 tahun penjara.

Jhonson juga mengungkapkan, kemungkinan ditemukan tersangka baru dalam perkara pengadaan lahan UPPKB Tabalong. Pasalnya aparat penegak hukum masih mengembangkan kasusnya.

“Kami sudah menerima SPDP susulan yang dikirimkan oleh penyidik tipikor Polres Tabalong untuk mencari tersangka baru dalam perkara ini,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Stick Cone di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Dilepas, Apa Alasannya?
apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Fitri, PDI Perjuangan Tapin Salurkan 2,5 Ton Beras
Sapi

Kalsel

Sembelih 10 Ekor Sapi, Dandim Tanbu: Kurban Menguatkan Persatuan Bangsa
apahabar.com

Kalsel

Pukau Penonton, 12 Sanggar Seni di Balangan Unjuk Kebolehan

Kalsel

Tegur Warga Tak Bermasker, Dandim Martapura Terjunkan Ratusan Prajurit
Air Bersih

Kalsel

Di Tengah Banjir, Warga Banjarmasin Bakal Kesulitan Air Bersih
Vaksinasi di Kalsel

Kalsel

Digelar Sejak Maret 2021, Vaksinasi di Kalsel Baru 4,2 Persen
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu Naik Drastis, Simpang Empat Tertinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com