Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Kasus Korupsi Ismunandar Cs, KPK Panggil Kadisdik Kutai Timur

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:16 WIB

Kasus Korupsi Ismunandar Cs, KPK Panggil Kadisdik Kutai Timur

Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur (Kadisdik Kutim) Roma Malau dipanggil KPK, Kamis (15/10). Foto-KPK

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur (Kadisdik Kutim) Roma Malau dipanggil KPK, Kamis (15/10).

Roma dipanggil sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pekerjaan infrastruktur di Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur, Tahun 2019-2020.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka M (Musyaffa/Kepala Badan Pendapatan Daerah Kutai Timur),” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Kasus ini sebelumnya menjerat bupati non-aktif Kutim, Ismunanda dan istrinya Encek Unguria. Encek dijadikan tersangka dalam kapasitasnya sebagai ketua DPRD Kutim.

Selain Ismu, Encek, dan Musyaffa, KPK juga telah menetapkan tersangka lainnya, yaitu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Timur Suriansyah (SUR), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur Aswandini (ASW).

Mereka disangka sebagai pihak penerima dalam kasus tersebut. Sementara dua tersangka selaku pemberi suap saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda, yakni Aditya Maharani (AM) selaku kontraktor dan Deky Aryanto (DA) selaku rekanan.

Dalam tangkap tangan kasus tersebut, ditemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar.

Penerimaan sejumlah uang tersebut diduga karena Ismunandar selaku bupati menjamin anggaran dari rekanan yang ditunjuk agar tidak mengalami pemotongan anggaran dan Encek selaku Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur melakukan intervensi dalam penunjukan pemenang terkait dengan pekerjaan di pemkab setempat.

Musyaffa selaku kepercayaan Bupati juga melakukan intervensi dalam menentukan pemenang pekerjaan di Dinas Pendidikan dan Pekerjaan Umum di Kutai Timur.

Sementara itu, Suriansyah selaku Kepala BPKAD mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen dari jumlah pencairan.
Selanjutnya, Aswandini selaku Kepala Dinas PU mengatur pembagian jatah proyek bagi rekanan yang akan menjadi pemenang.

Dalam konstruksi perkara juga disebutkan terdapat penerimaan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dari Aditya masing-masing Rp100 juta untuk Ismunandar, Musyaffa, Suriansyah, dan Aswandini pada 19 Mei 2020 serta transfer ke rekening bank atas nama Aini senilai Rp125 juta untuk kepentingan kampanye Ismunandar pada Pilkada 2020.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Nafsu Cium Perempuan, Dua Pemuda Basirih Keroyok Teman
apahabar.com

Hukum

Penganiaya Anak di Bawah Umur di HST Diancam 5 Tahun Penjara
apahabar.com

Hukum

Pelaku Penganiayaan Pembakal Gunung Batu Diamankan
apahabar.com

Hukum

153 Warga Binaan Rutan Rantau Dapat Remisi di Hari Lebaran
apahabar.com

Hukum

Meresahkan Warga, Polda Kalsel Bekuk Pengedar Sabu Asal HSU
apahabar.com

Hukum

Motif Korban pembeli Tuyul, Polisi: Pengen Tobat Jadi Waria
apahabar.com

Hukum

Polres HST Ungkap Kasus 16,72 Gram Sabu, 2 Tersangka Digelandang
apahabar.com

Hukum

Polisi Ringkus Mani yang Hendak Edarkan 11 Paket Sabu di Tala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com