Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Kasus Korupsi Ismunandar Cs, KPK Panggil Kadisdik Kutai Timur

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:16 WIB

Kasus Korupsi Ismunandar Cs, KPK Panggil Kadisdik Kutai Timur

Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur (Kadisdik Kutim) Roma Malau dipanggil KPK, Kamis (15/10). Foto-KPK

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur (Kadisdik Kutim) Roma Malau dipanggil KPK, Kamis (15/10).

Roma dipanggil sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pekerjaan infrastruktur di Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur, Tahun 2019-2020.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka M (Musyaffa/Kepala Badan Pendapatan Daerah Kutai Timur),” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Kasus ini sebelumnya menjerat bupati non-aktif Kutim, Ismunanda dan istrinya Encek Unguria. Encek dijadikan tersangka dalam kapasitasnya sebagai ketua DPRD Kutim.

Selain Ismu, Encek, dan Musyaffa, KPK juga telah menetapkan tersangka lainnya, yaitu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Timur Suriansyah (SUR), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur Aswandini (ASW).

Mereka disangka sebagai pihak penerima dalam kasus tersebut. Sementara dua tersangka selaku pemberi suap saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda, yakni Aditya Maharani (AM) selaku kontraktor dan Deky Aryanto (DA) selaku rekanan.

Dalam tangkap tangan kasus tersebut, ditemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar.

Penerimaan sejumlah uang tersebut diduga karena Ismunandar selaku bupati menjamin anggaran dari rekanan yang ditunjuk agar tidak mengalami pemotongan anggaran dan Encek selaku Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur melakukan intervensi dalam penunjukan pemenang terkait dengan pekerjaan di pemkab setempat.

Musyaffa selaku kepercayaan Bupati juga melakukan intervensi dalam menentukan pemenang pekerjaan di Dinas Pendidikan dan Pekerjaan Umum di Kutai Timur.

Sementara itu, Suriansyah selaku Kepala BPKAD mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen dari jumlah pencairan.
Selanjutnya, Aswandini selaku Kepala Dinas PU mengatur pembagian jatah proyek bagi rekanan yang akan menjadi pemenang.

Dalam konstruksi perkara juga disebutkan terdapat penerimaan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dari Aditya masing-masing Rp100 juta untuk Ismunandar, Musyaffa, Suriansyah, dan Aswandini pada 19 Mei 2020 serta transfer ke rekening bank atas nama Aini senilai Rp125 juta untuk kepentingan kampanye Ismunandar pada Pilkada 2020.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Beraksi di Banjarbaru, Komplotan Curanmor Berhasil Digulung
apahabar.com

Hukum

Hari Ini Sidang Putusan Hercules Digelar
apahabar.com

Hukum

Perangi Kriminalitas, Polres Tapin Musnahkan 798 Botol Miras
apahabar.com

Hukum

Miris, Sekeluarga Tewas Dipicu Bakar Diri Ayah
apahabar.com

Hukum

Gondol Uang Tunai Rp 200 Juta, Wakar Sudimampir Masuk Perangkap
apahabar.com

Hukum

Tega! Pria Amuntai Jadikan Motor Teman Sebagai Jaminan
apahabar.com

Hukum

Briptu Saefudin, Ajudan Bupati Barito Utara Kena Tusuk di Pesta Pernikahan
apahabar.com

Hukum

Dapati Istri Selingkuh, PIL Dihajar Hingga Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com