Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

Keluar dari LP Banjarbaru, Pelaku Penganiayaan Dijemput Polsek Martapura Kota

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 19:14 WIB

Keluar dari LP Banjarbaru, Pelaku Penganiayaan Dijemput Polsek Martapura Kota

RC baju hem hitam saat dijemput oleh Penyidik dari Polsek Martapura Kota di LP Kelas II B Banjarbaru, Minggu 5 Oktober 2020. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Tidak sampai 1 jam menghirup udara segar keluar dari LP Kelas II B Banjarbaru, RC (25) kembali jemput Penyidik Polsek Martapura Kota, dengan sangkaan penganiayaan.

Kapolsek Martapura Kota AKP Suroto melalui Kota Kanit Reskrim Iptu B Munthe mengungkap, RC dijemput pihaknya, Minggu (5/10).

Menurut Munthe, RC masih ada tunggakan perkara penganiayaan 13 Mei 2020 lalu.

“Karena masih ada tunggakan, jadi kemarin kita jemput RC langsung ke LP Kelas II b Banjarbaru,” ujarnya kepada apahabar.com, Senin (6/10) siang.

RC melakukan penganiayaan dengan membacokkan kapak kepada MN (36). Akibat ulahnya, korban luka di kepala belakang.

Iptu B Munthe mengungkapkan, hal tersebut dilakukan oleh RC karena dirinya disuruh pulang oleh MN saat menagih hutang kepada adiknya.

“Memang pada saat itu, RC dalam pengaruh minuman keras,” tuturnya.

Diketahui bahwa RC melakukan aksinya pada saat 1 bulan setelah mendapat asimilasi dari pihak LP. Di luar ia berulah lagi.

Tidak sampai di sana, B.Munthe juga mengataan, RC adalah residivis kasus penganiayaan dan juga sajam.

Di tempat berbeda, Kasubsi Registrasi Bimbingan Kemasyarakatan LP Kelas II B Banjarbaru, Aditya Budiman menambahkan, bahwa memang benar jika RC Napi asimilasi yang dirumahkan pada tanggal 4 Mei lalu.

“Pada saat itu dari pihak Polsek Martapura Kota langsung menghubungi saya, dan langsung kita lakukan pengecekan ke Polsek keesokannya. Ternyata memang benar dia adalah napi asimilasi,” tutur Aditya Budiman kepada apahabar.com.

Aditya mengungkapkan, dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya, pada saat itu RC divonis 1 tahun penjara, dan menjalani 6 bulan di LP karena mendapatkan asimilasi.

“Namun ternyata dia melakukan tindakan pidana lagi, jadi kita jemput lagi untuk melanjutkan pidananya,” terangnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Simpan Sabu, Pria dari Kelayan B Melenggang ke Penjara

Hukum

Simpan Sabu, Pria dari Kelayan B Melenggang ke Penjara  
apahabar.com

Hukum

Kemenkumham Kalsel Edukasi Masyarakat tentang Bantuan Hukum
apahabar.com

Hukum

Selamatkan Jutaan Jiwa, Polres Banjarbaru Blender Sabu 909,52 Gram
apahabar.com

Hukum

Seorang Buruh di Basirih Diciduk Saat ‘Fly’
apahabar.com

Hukum

Jadi Pemadat, Bos Hotel Batulicin Ditangkap Polisi Narkoba
apahabar.com

Hukum

Kronologis Penggerebekan Pesta Sabu di Tanjung Tabalong, Tangkap 5 Pelaku, Fakta-fakta dan Barang Bukti
apahabar.com

Hukum

Kapolres Balangan Paparkan Pengungkapan Kasus Setahun
apahabar.com

Hukum

4 Kawanan Pencuri Baterai Aki Tower Ditangkap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com