Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Keluar dari LP Banjarbaru, Pelaku Penganiayaan Dijemput Polsek Martapura Kota

- Apahabar.com     Senin, 5 Oktober 2020 - 19:14 WITA

Keluar dari LP Banjarbaru, Pelaku Penganiayaan Dijemput Polsek Martapura Kota

RC baju hem hitam saat dijemput oleh Penyidik dari Polsek Martapura Kota di LP Kelas II B Banjarbaru, Minggu 5 Oktober 2020. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Tidak sampai 1 jam menghirup udara segar keluar dari LP Kelas II B Banjarbaru, RC (25) kembali jemput Penyidik Polsek Martapura Kota, dengan sangkaan penganiayaan.

Kapolsek Martapura Kota AKP Suroto melalui Kota Kanit Reskrim Iptu B Munthe mengungkap, RC dijemput pihaknya, Minggu (5/10).

Menurut Munthe, RC masih ada tunggakan perkara penganiayaan 13 Mei 2020 lalu.

“Karena masih ada tunggakan, jadi kemarin kita jemput RC langsung ke LP Kelas II b Banjarbaru,” ujarnya kepada apahabar.com, Senin (6/10) siang.

RC melakukan penganiayaan dengan membacokkan kapak kepada MN (36). Akibat ulahnya, korban luka di kepala belakang.

Iptu B Munthe mengungkapkan, hal tersebut dilakukan oleh RC karena dirinya disuruh pulang oleh MN saat menagih hutang kepada adiknya.

“Memang pada saat itu, RC dalam pengaruh minuman keras,” tuturnya.

Diketahui bahwa RC melakukan aksinya pada saat 1 bulan setelah mendapat asimilasi dari pihak LP. Di luar ia berulah lagi.

Tidak sampai di sana, B.Munthe juga mengataan, RC adalah residivis kasus penganiayaan dan juga sajam.

Di tempat berbeda, Kasubsi Registrasi Bimbingan Kemasyarakatan LP Kelas II B Banjarbaru, Aditya Budiman menambahkan, bahwa memang benar jika RC Napi asimilasi yang dirumahkan pada tanggal 4 Mei lalu.

“Pada saat itu dari pihak Polsek Martapura Kota langsung menghubungi saya, dan langsung kita lakukan pengecekan ke Polsek keesokannya. Ternyata memang benar dia adalah napi asimilasi,” tutur Aditya Budiman kepada apahabar.com.

Aditya mengungkapkan, dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya, pada saat itu RC divonis 1 tahun penjara, dan menjalani 6 bulan di LP karena mendapatkan asimilasi.

“Namun ternyata dia melakukan tindakan pidana lagi, jadi kita jemput lagi untuk melanjutkan pidananya,” terangnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dikenal Licin, Bandar Narkoba di Muara Teweh Akhirnya Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

Nekat, Pemuda di Banjarmasin Simpan Belasan Sabu Siap Edar
apahabar.com

Hukum

Sidang Lanjutan Pencabulan 9 Santriwati Limpasu Hadirkan Saksi Ahli
apahabar.com

Hukum

Polri Petakan Jaringan ISIS di Indonesia
apahabar.com

Hukum

Jual Ekstasi, Pria di Wildan Sari Kena Jerat
apahabar.com

Hukum

Terdakwa Pembakar MAN 1 HST Divonis 3 Tahun, PH Pikir-pikir Ambil Upaya Hukum
apahabar.com

Hukum

DPO Sabu Digelandang Polres Tanbu
apahabar.com

Hukum

Lukai Polisi, Residivis di Babirik HSU Dilumpuhkan Timah Panas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com