Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Kemenkes Ungkap 13,3 Persen Hipertensi Menjadi Penyebab Kematian Pasien Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:43 WIB

Kemenkes Ungkap 13,3 Persen Hipertensi Menjadi Penyebab Kematian Pasien Covid-19

Ilustrasi. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengungkapkan 13,3 persen pasien Covid-19 meninggal dunia memiliki penyakit bawaan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Cut Putri Ariane menyebutkan penyakit hipertensi menjadi faktor risiko paling tinggi menyebabkan pasien Covid-19 meninggal dunia diikuti oleh penyakit komorbid lainnya seperti diabetes, jantung koroner dan gagal ginjal.

Cut menyebutkan dari 1.641 orang pasien Covid-19, penyakit penyerta paling banyaknya adalah hipertensi dengan jumlah mencapai 50,8 persen.

Sisanya diikuti oleh penyakit diabetes 34,4 persen, jantung koroner 19,7 persen, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) 10,1 persen, gagal ginjal 6,2 persen dan penyakit kanker 1,5 persen.

“Artinya orang-orang ini kondisinya sudah sakit yang berpengaruh pada imunitas tubuhnya, sehingga Covid-19 akan bertambah berat pada orang ini dibanding yang lain,” kata Cut dalam konferensi pers melalui telekonferensi yang dipantau di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (13/10).

Dalam memeringati hari hipertensi sedunia Cut mengajak masyarakat meningkatkan kesadarannya akan kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke fasilitas kesehatan ataupun posbindu.

Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, penyakit tidak menular seperti hipertensi dapat segera diketahui secara dini dan lebih cepat mendapatkan penanganan.

Sedangkan untuk orang yang sudah memiliki riwayat hipertensi diharapkan meminum obat dengan rutin agar tekanan darahnya terkendali dan tidak berimplikasi pada munculnya gangguan kesehatan lain.

Cut menyebut hipertensi bisa memicu gangguan kesehatan lain seperti gagal ginjal, stroke dan jantung koroner. Padahal, lanjutnya, penyakit hipertensi adalah penyakit tidak menular yang sangat bisa dicegah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Namun sayangnya, dari 10 orang yang memiliki penyakit tidak menular seperti hipertensi, hanya tiga orang yang mengetahui dirinya memiliki gangguan kesehatan sementara tujuh lainnya tidak menyadarinya.

Orang yang memiliki penyakit hipertensi bisa tidak merasakan gangguan kesehatan apapun sehingga dianggap baik-baik saja.

Cut mengajak masyarakat agar mengubah perilaku menjadi lebih sehat dengan membatasi asupan gula, garam, lemak, berolahraga secara teratur, mengonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup dan menghindari faktor risiko seperti merokok.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ikuti Tes Perpanjangan Kontrak, Honorer K2 Disuruh Masuk Got
apahabar.com

Nasional

Massa Depan Gedung Bawaslu Ricuh

Nasional

Gempa Dahsyat di Malang Getarkan Bali hingga Sumbawa
apahabar.com

Nasional

Hilang 30 Tahun, Pendaki Asal Spanyol Ditemukan Wafat
apahabar.com

Nasional

China Dinilai Mainkan Pola Okupasi Efektif di Laut Natuna

Nasional

Unjuk Rasa Setahun Jokowi-Ma’ruf di Makassar, Ribuan Personel Gabungan Disiapkan
apahabar.com

Nasional

Sampai Di Brunei, Tim Touring Disambut Antusias Puluhan Bimmers
apahabar.com

Nasional

Harapan Pemindahan Ibu Kota Warnai Detik-Detik Proklamasi di Penajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com