Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun

- Apahabar.com Minggu, 18 Oktober 2020 - 22:02 WIB

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto-Istimewa

apahabar.com, PEKALONGAN – Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp37,7 triliun pada pekerja terdampak Covid-19.

Bantuan itu disalurkan untuk 15,7 juta pekerja yang eksis bekerja dan terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Namun dari alokasi Rp37,7 triliun itu kami kembalikan lagi Rp8 triliun karena data yang diterima awal 15,7 juta (pekerja, red.) ternyata yang memenuhi syarat hanya 12,4 juta,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
di Pekalongan, Minggu (18/20).

Adapun alokasi yang dikembalikan sebesar Rp8 triliun tersebut digunakan untuk membantu guru honorer yang berada di Kementerian Agama serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Banyak tenaga guru honorer yang menyampaikan surat pada Kementerian Ketenagakerjaan, bahwa mereka juga terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dana yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan kami kembalikan untuk selanjutnya ditransfer kepada tenaga guru honorer,” katanya.

Ida Fauziah mengatakan pemerintah terus berjuang dengan segala daya dan upaya untuk melawan Covid-19 agar pandemi cepat berakhir.

“Kita harus menang melawan Covid-19 dengan segala cara. Oleh karena, pemerintah akan mengajak pemerintah daerah dan masyarakat agar bisa keluar dari kondisi sulit sekarang ini,” katanya.

Ia menjelaskan pekerja tetap dibantu pemerintah, karena dengan adanya pandemi Covid-19, mereka juga berkurang pendapatannya, bahkan hilang.

“Kami mengingatkan pada masyarakat agar semua bisa tetap roduktif tetapi aman dari Covid-19. Kita tidak boleh ‘sembrono’, boleh berkumpul tetapi harus tetap jaga jarak,” katanya.(ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 111.455, Sembuh 68.975
apahabar.com

Nasional

Mabes TNI Dalami Informasi Taruna Akmil Enzo Zenz Allie Terpapar HTI
apahabar.com

Nasional

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Pimpin Salat Jenazah Ani Yudhoyono
apahabar.com

Nasional

Kominfo Luncurkan Program Pelatihan Digital UMKM Indonesia
apahabar.com

Nasional

Baru Sehari Mundur, Mantan Presiden Bolivia Angkat Kaki ke Meksiko
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pertama di Aceh
apahabar.com

Nasional

Mulai Bertugas di Washington, Dubes Baru RI untuk AS Siap Perkuat Hubungan Bilateral
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com