Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng

Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

- Apahabar.com     Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:30 WITA

Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Ketua DPRD Kalsel saat menemui massa aksi usai turun dari mobil komando dalam demonstrasi di halaman DPRD Kalsel, Kamis (22/10). Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sepekan sudah Ketua DPRD Kalsel Supian HK tak menepati janjinya.

Sebelumnya, orang nomor satu di Rumah Banjar — sebutan DPRD Kalsel – itu berjanji mempertemukan perwakilan buruh dengan wakil rakyat Kalsel di DPR-DPD RI.

Janji tersebut ditebar Supian HK saat ia didemo ribuan pekerja buruh Banua (PBB), Kamis 22 Oktober silam.

Buruh menghendaki adanya pertemuan dengan wakil rakyat Kalsel di Senayan.

Tujuannya, menyampaikan aspirasi mereka terkait UU Cipta Kerja.

Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang

Omnibus Law tersebut baru tadi disahkan, 5 Oktober. Buruh menilai UU tersebut sarat kepentingan pengusaha semata dan merugikan pekerja.

“Tuntunan kami sudah 27 Oktober semalam [kemarin], tapi anggota DPR dan DPD RI tidak ada satu pun yang hadir,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel Yoeyoen Indharto kepada apahabar.com, Jumat (30/10)

Buruh, kata koordinator aksi demo 22 Oktober itu, makin tak percaya dengan para wakil rakyat mereka. #Mositidakpercaya pun kembali digaungkan.

Kepada anggota DPR dan DPR RI terpilih hasil Pileg 2019 lalu, mereka mengancam untuk memasukkan nama mereka ke daftar hitam di Pileg 2024 mendatang.

“Kita akan kampanye khususnya kaum buruh untuk tidak memilih mereka,” tegasnya.

Yoeyoen menegaskan bahwa perwakilan anggota DPR dan DPR RI Dapil Kalsel adalah “pengecut”.

Pasalnya, mereka sampai membuat beragam alasan untuk tidak menemui buruh kemarin.

“Mereka reses juga di daerah pemilihan masing-masing kalau tidak datang kan berarti pengecut,” ucapnya.

Alasan lain, kata Yoeyoen, lantaran sejumlah legislator Kalsel mengaku sakit.

Namun pembenaran tersebut masih tak dapat diterima kaum buruh.

“Itu disampaikan satu dan dua orang,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Supian HK belum merespons panggilan telepon yang dilayangkan media ini.

Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemkab HSS Raih Predikat WTP Keenam Kalinya
apahabar.com

Kalsel

Edukasi Warga Tentang Covid-19, Polsek Kintap Tempuh Berbagai Cara
apahabar.com

Kalsel

Hari Kemerdekaan RI, Pemkab Tabalong Hanya Turunkan 4 Pengibar Bendera
apahabar.com

Kalsel

BBPJN Pede Jembatan Alalak I Rampung Lebih Cepat
apahabar.com

Kalsel

Empat Wilayah Kalsel Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Kesulitan Usung Calon Kepala Daerah, Demokrat Kalsel Tunggu Dilamar
apahabar.com

Kalsel

Dikunjungi Ibnu Sina, Warga Pulau Bromo Banjarmasin Tak Ingin ke Lain Hati
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Masih Berpayung Hujan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com