Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Kencangnya Intimidasi di Pilkada Tanbu; dari Ancaman Emak-Emak hingga Pemecatan Karyawan Perusahaan

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:08 WIB

Kencangnya Intimidasi di Pilkada Tanbu; dari Ancaman Emak-Emak hingga Pemecatan Karyawan Perusahaan

Ilustrasi suasana kampanye di Pilkada Serentak 2020. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Pilkada Tanah Bumbu menghangat. Ada dugaan sejumlah pihak melakukan intimidasi kepada masyarakat untuk memenangkan calon tertentu.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, intimidasi terjadi pada karyawan perusahaan yang terafiliasi dengan calon tertentu di Pilkada Tanah Bumbu.

Sumber media ini menyebut jika pilihan politik karyawan itu tidak sesuai instruksi atasan, mereka akan segera dipecat. Bahkan, dalam proses pencoblosan di bilik suara, setiap karyawan perusahaan di Kotabaru itu wajib mendokumentasikan momen mencoblos surat suara melalui rekaman video di ponsel mereka.

Di sejumlah desa, misalnya, ada oknum kepala desa yang secara terang-terangan mendukung paslon tertentu dengan menunjukkan simbol nomor urut melalui acungan jarinya. Foto oknum kepada desa itu sudah tersebar di Facebook maupun WhatsApp.

Tak hanya itu, bahkan istri kepala desa pun diduga ikut terlibat. Di salah satu desa, istri kepala desa ikut-ikutan meminta warga untuk mendukung paslon tertentu.

apahabar.com menerima screenshoot obrolan menggunakan bahasa Banjar melalui WhatsApp. Dalam obrolan tersebut, seseorang yang diduga istri kepala desa mengirimkan pesan dengan nada ancaman kepada warganya.

“Kisah pembagusnya calon ikam. Aku terpaksa angkat bicara. Status (WA) ikam sudah disimpan buhannya. Kada usah terlalu banar, kalo pina.”

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan itu berbunyi: “Seperti paling bagus saja calon yang kamu dukung. Saya terpaksa angkat bicara. Statusmu sudah disimpan teman-teman saya. Gak usah terlalu berlebihan, siapa tahu nanti terjadi sesuatu.”

Warga yang memosting status WA bernada dukungan kepada calon pilihannya pun merasa takut setelah dikomentari oknum istri kepala desa itu.

Di tempat yang lain, sejumlah ketua RT menunjukkan keberpihakannya secara terang-terangan. Sejumlah oknum ketua RT pun terang-terangan memasang spanduk peserta Pilkada di depan rumahnya. Berdasarkan sumber media ini, ada aliran dana sebesar Rp1 juta untuk masing-masing ketua RT.

“Bahkan saya juga mendengar ada yang menerima Rp5 juta per satu orang oknum ketua RT,” kata sumber lain.

Kencangnya intimidasi pada Pilkada Tanah Bumbu ini menjadi sorotan publik secara luas. Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih pun ikut angkat bicara menyikapi persoalan itu.

Melalui Kasubbag Humas, AKP H I Made Rasa, Kapolres Tanah Bumbu mengatakan kalau ada bentuk intimidasi yang terjadi, masyarakat bisa melaporkan sesuai mekanisme yang ada.

“Silakan laporkan. Ada salurannya yaitu Bawaslu. Di Bawaslu akan dicek kebenaran laporan tersebut dan akan dilihat mana yang pidana, mana teguran, dan tertulis. Kalau ke ranah pidana akan ditangani oleh pihak kepolisian untuk diajukan ke pengadilan,” ujarnya kepada apahabar.com.

Ia menuturkan pihak kepolisian akan melakukan tindakan sesuai prosedur hukum yang profesional sekaligus proporsional sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Intinya pihak kepolisian tidak akan tinggal diam, dan terus melakukan tindakan sesuai prosedur hukum yang profesional dan proporsional sesuai ketentuan undang undang yang berlaku,” tegasnya.

Kalau pun intimidasi itu terjadi, pihak kepolisian tetap akan mengambil tindakan tegas dengan mendasari Undang-undang Pemilu.

Screenshot chat oknum istri kepala desa kepada warganya yang berisi kata-kata bernada ancaman. Foto-Istimewa

Karena intimidasi tersebut ada di dalam obyek sasaran kepolisian, tentunya harus dibuktikan dengan minimal dua alat bukti untuk bisa yang bersangkutan diajukan ke ranah hukum.

Ia menambahkan dalam penanganan kasus Pemilu, kepolisian tidak bisa melakukan tindakan sendiri-sendiri. Sebab, dalam penanganannya ada tim terpadu yang khusus bertugas menangani kasus-kasus pelanggaran dalam Pemilu. Tim tersebut terdiri dari jaksa, polisi, dan Pol PP. Masing-masing pihak memiliki kewenangannya sendiri.

“Di dalam Undang-undang Pemilu pun sangsi hukumnya ada yang bentuk teguran lisan,  teguran tertulis dan sangsi hukum pidana. Setelah perkara laporan masuk ke Bawaslu, di sana diseleksi mana yang pidana, mana yang tidak. Kalau pidana ranah hukumnya nanti ke Polres Tanah Bumbu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanah Bumbu sedang memproses laporan terkait dugaan pelanggaran netralitas yang diduga dilakukan oknum ASN dan kepala desa.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Tanah Bumbu, Kamiluddin Malewa. Saat ini, Bawaslu tengah melakukan penelusuran untuk merespons kasus yang menimpa oknum ASN.

“Untuk kepala desa dalam tahap klarifikasi,” ungkap Malewa, Sabtu (24/10).

Namun, Malewa belum menyebutkan jenis pelanggaran yang dilakukan oknum-oknum tersebut.

“Masih dugaan. Kita tunggu saja putusannya,” ujarnya.

Bawaslu, kata Malewa, akan berupaya untuk bersikap profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas sebagai pengawas.

Dia menegaskan Bawaslu akan menjalankan fungsi pengawasan berdasarkan undang-undang dan Peraturan tentang Pilkada yang berlaku dan proses penanganan pelanggarannya sesuai Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota.

“Setiap dugaan pelanggaran akan kami proses sesuai laporannya,” pungkasnya.

Polling Pilkada 2020
Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Siapkan Saksi, PKS Banjarmasin Pilih Angka Cantik
apahabar.com

Politik

“Urang Banjar” Terpilih Jadi Wagub DKI Gantikan Sandiaga Uno
apahabar.com

Politik

Ratusan Warga di Kalsel Masuk Daftar Pemilih Khusus
apahabar.com

Politik

Berikut Tiga Parpol Paling Loyal Kampanyekan Dua Paslon Capres
apahabar.com

Politik

Puluhan Ribu Warga akan Hadiri Kampanye Jokowi di Kupang
apahabar.com

Politik

Makhruri Berharap Banyak Calon Maju di Pilkada Tanbu
apahabar.com

Politik

Debat Capres-Cawapres Kurang Greget dan Terlalu Kaku
AnandaMu

Politik

Pilwali Banjarmasin, DPP PKS Instruksikan Kader Menangkan AnandaMu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com