VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Ketahui! Bea Masuk Remdesivir untuk Pasien Covid-19 0%

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 07:29 WIB

Ketahui! Bea Masuk Remdesivir untuk Pasien Covid-19 0%

Pemerintah memastikan impor bea masuk remdesivir 0%. Foto-Ilustrasi/DW

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan impor bea masuk remdesivir 0%.

Itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 83 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai Serta Perpajakan Atas Impor Barang Untuk Keperluan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Sebelumnya harga remdesivir untuk pasien Covid-19 yang didistribusikan oleh PT Kalbe Farma Tbk sempat menjadi sorotan karena dianggap kemahalan, yakni Rp 3 juta per vial. Tak lama berselang, obat dengan merek Covifor yang diimpor dari perusahaan asal India, Hetero itu diturunkan menjadi Rp 1,5 juta.

Kembali soal bea masuk remdesivir, Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Haryo Limanseto menjelaskan barang tersebut berlaku bea masuk 0% karena untuk penangan Covid-19.

“Jadi obat ini dia masuk yang PMK 83 Tahun 2020, karena penanganan Covid-19 ya,” kata dia seperti dilansir apahabar.com dari detikcom.

Dia menjelaskan ada beberapa kategori barang yang pungutan impornya 0%. Pertama adalah produk untuk penanganan Covid-19 yang diatur di dalam PMK 83/2020. Kedua, barang yang belum diproduksi di dalam negeri.

Sementara produk di luar kategori di atas maka dikenakan pungutan impor mulai dari 5% hingga seterusnya.

“Kan kategorinya ada tiga, yang masih bahan baku obat itu 0%, obat yang belum sepenuhnya bisa diproduksi (di dalam negeri) itu di 0% juga. Nah kalau obat yang sudah bisa diproduksi di Indonesia tapi masih diimpor itu (pungutannya) 5% ke atas,” tambahnya.

Harga remdesivir Kalbe Farma turun tak lama setelah PT Indofarma Tbk mengumumkan akan menjual obat sejenis.

Sebelumnya, Kalbe Farma mengumumkan seharga remdesivir yang didistribusikannya Rp 3 juta per vial pada Kamis 2 Oktober. Namun per Sabtu 3 Oktober, perusahaan menjual obat tersebut seharga Rp 1,5 juta per vial.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan ini adalah komitmen Kalbe bersama Amarox untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Saat ditanyakan apakah penurunan harga obat ini karena Indofarma menjual produknya sejenis di bawah Rp 2 juta, Vidjongtius tak berkomentar banyak.
“Saya belum tahu info itu,” kata dia.

Indofarma pun akhirnya merilis harga remdesivir dengan nama dagang Desrem™, yakni Rp 1,3 juta per vial.

“Dirilis hari ini, harga Remdesivir dari Indofarma Rp 1,3 juta,” kata Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto.
Arief menjelaskan obat tersebut akan diedarkan secara bertahap mulai Jumat (9/10) mendatang tergantung pemesanan. Untuk bulan ini, pihaknya memasok sebanyak +/- 400.000 vial per bulan.

Obat itu diproduksi Mylan Laboratories Limited, atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America. Arief menyebut produknya itu telah mendapat persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30 September 2020.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

53 Tokoh Dianugrahi Tanda Jasa dan Kehormatan dari Presiden, Siapa Saja?
apahabar.com

Nasional

Update Natuna, Kapal Perang China Mondar-mandir di Perairan Utara
apahabar.com

Nasional

Ketika Bandara Syamsudin Noor Berbenah: Proyek Pengembangan Lampaui Target
apahabar.com

Nasional

Tinjau Lokasi Ibu Kota Negara Baru, Jokowi Belum Tentukan di Mana Bangun Istana
apahabar.com

Nasional

Gempa Malut, BMKG: Belum Ada Laporan Korban Jiwa
apahabar.com

Nasional

Nadiem Tegaskan Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Kedepankan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Alasan Pengadilan Larang Sidang Ratna Sarumpaet Disiarkan Live
apahabar.com

Nasional

Program Tabur Berhasil Tangkap 180 Buron Selama 2018
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com