Beredar Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta, Kordiv Bawaslu Terkejut Tak Cuma Wali Rakyat, Wali Kota Banjarmasin Juga Minta Mobdin Baru! Fakta Baru Pengeroyokan Wildan: Pelaku Habis Minum Gaduk, Tapi Tak Berani Lawan Korban Sendirian Tak Sempat Telan Sabu, Warga Amuntai Keburu Diringkus Satresnarkoba HSU Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi CPNS 2021

Ketua DPRD Kalteng Ngaku Belum Paham Keseluruhan UU Cipta Kerja

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 20:09 WIB

Ketua DPRD Kalteng Ngaku Belum Paham Keseluruhan UU Cipta Kerja

Ratusan mahasiswa melakukan aksi lanjutan penolakan UU Cipta Kerja. Foto- Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Ketua DPRD Kalteng Wiyatno mengakui belum memahami secara keseluruhan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI. Dirinya hanya memahami secara sepintas dan garis besar saja.

Hal tersebut disampaikannya saat menemui ratusan mahasiswa yang melakukan aksi lanjutan penolakan UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Kalteng, Kamis (15/10).

Kendati demikian, ia menyakinkan para mahasiswa, bahwa tidak ada pemimpin yang berniat mencelakakan dan menyengsarakan masyarakat.

“Yakin dan percayalah itu. Karena selain pertanggungan di dunia juga di akhirat nanti,” ujarnya.

Menurut Bendahara DPD PDI-P Kalteng ini, secara garis besar UU Cipta Kerja dibuat untuk kepentingan masyarakat.

“Hampir 13 juta pengangguran di Indonesia. Mau dikemanakan kalau tidak ada investor. Kalian satu dua tahun lagi akan mencari kerja. Mau kemana kalau tidak ada lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Walaupun begitu, ia memastikan akan membawa tiga orang perwakilan mahasiswa untuk menemaninya ke Jakarta menghadap DPR RI guna menyampaikan aspirasi mereka.

“Jadi tolong disiapkan naskah dan drafnya. Kalau menolak, tolong kasih alasan yang jelas,” ucapnya.

Namun Wiyatno enggan menuruti kemauan mahasiswa yang menuntut pernyataan sikap dari anggota DPRD Kalteng menolak UU Cipta Kerja.

“Bukan kapasitas saya untuk itu. Kalau saya melakukan itu melampaui kewenangan saya. Saya wakil rakyat untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Dalam hal ini, sebagai lembaga memang bertugas untuk menampung dan menyalurkan aspirasi. Sedangkan tugas DPR RI untuk membuat UU.

“Kami di daerah hanya menampung dan menyalurkan aspirasi adik-adik. Silahkan kalian berembuk, siapa orangnya yang ditunjuk. Saya pastikan aspirasi kalian akan saya bawa ke Jakarta,” imbuhnya.

Akibatnya para mahasiswa akan kembali melakukan aksinya setiap Kamis, sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh wakil rakyat dari Provinsi Kalimantan Tengah ini.

apahabar.com

Ketua DPRD Kalteng Wiyatno saat menemui ratusan mahasiswa. Foto-Istimewa

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Dukung Belajar Online, Polsek Bukit Batu Palangka Raya Sediakan Wifi Gratis
elpiji 3 kg

Kalteng

Program Tukar Tabung di Barsel, ASN TNI Polri Diminta Sadar Diri Tidak Pakai Elpiji 3 Kg
apahabar.com

Kalteng

Selama PSBB, Sejumlah Jalan di Palangka Raya Ditutup
apahabar.com

Kalteng

OJK Kalteng Bagikan 1000 Masker ke Masyarakat
apahabar.com

Kalteng

Suroso Korban Tugboat Terbalik di Sungai Barito Akhirnya Ditemukan
apahabar.com

Kalteng

Seluruh Akses Transportasi di Kobar Segera Dibuka
apahabar.com

Kalteng

Terkait Opsi Perppu Baru, KPUD Barut Tunggu Perintah Pusat
apahabar.com

Kalteng

Asosiasi Pengusaha Walet di Kapuas Tak Kunjung Terbentuk, Diduga Ini Penyebabnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com