Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya

@KetumProdem Terkejut Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi Pukul 04.00 Subuh

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:55 WIB

@KetumProdem Terkejut Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi Pukul 04.00 Subuh

Sekretaris Komisi Kerja KAMI Syahganda Nainggolan (Foto: Net)

apahabar.com, JAKARTA – Penangkapan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatakan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan oleh polisi di kediamannya Selasa (13/10/2020) subuh pukul 04.00 WIB,  membuat kaget sejumlah tokoh. Penangkapan Syahganda Nainggolan telah tersebar di media sosial.

Keterkejutan netizen dan para tokoh tergambar dari cuitan pada akun twitter mereka.

“Saya sangat terkejut mendengar kabar bhw subuh tadi sekitar jam 04an tlah terjadi penangkapan terhadap Bung @syahganda Nainggolan.
ProDEM meminta pihak kepolisian agar membebaskan seluruh aktivis dan menghentikan penangkapan² terhadap aktivis krn bersuara kritis kepada penguasa” tulis @KetumProDEM.

Dalam cuitannya, RealKetuaProdem juga mengunggah surat penangkapan dari polisi.

“JANGAN BOHONG 》bohong itu dosa. Jika kebohongan ciptakan keonaran ada deliknya. Kita lihat di mana bohongnya Syahganda. Situasi kian penuh sangsi,” tulis @AdhieMassardi

Menurut informasi yang berkembang di media sosial, penangkapan tokoh yang dekat dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber, Badan Reserse dan Kriminal, Mabes Polri.

Sebagaimana dilansir dari RMol.id, redaksi rmol.id menerima informasi penangkapan Syahganda ini dari sejumlah teman dekatnya.

Dalam surat penangkapan Syahganda yang beredar luas, disebutkan bahwa orang dekat deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo, ini dituduh menyebarkan berita bohong dan menciptakan keonaran di tengah masyarakat.

Baca Juga : Tak Gentar Demo di Tengah Pandemi, BEM Se-Kalsel: UU Omnibus Law Lebih Bahaya!

Di dalam surat bernomor SP.Kap/165/X/2020/Dittipidsiber itu disebutkan bahwa penangkapan Syahganda atas laporan polisi nomor LP/B/0580/X/2020/Bareskrim tanggal 12 Oktober 2020.

“…Dilakukan pemeriksaan karena diduga keras telah melakukan tindakan pidana mentiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan/atau dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong,” tulis surat penangkapan itu.

“Dan/atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat serta menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA melalui media sosial,” sambung surat itu lagi.

Tim Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Seorang Petani Tewas Disambar Petir
apahabar.com

Nasional

Bareskrim Limpahkan 4 Tersangka Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Kejaksaan
apahabar.com

Nasional

Ribuan Santri Tebuireng Berebut Pegang Keranda Jenazah Gus Sholah
apahabar.com

Nasional

Hasil Rakorev Putuskan Munas JMSI Dilaksanakan Juni Mendatang
apahabar.com

Nasional

Suramnya Prediksi WHO Soal Kasus Kematian Covid-19
apahabar.com

Nasional

Update Hitung Cepat, Indo Barometer: PDIP Juara, PSI Cs Terancam
apahabar.com

Nasional

Ahok Bentuk Satgas TPPI Bongkar Mafia Migas di Pertamina, Pengamat Anggap Blunder
apahabar.com

Nasional

Gempa Ambon, Korban Meninggal Jadi 20 Orang dan 152 Luka-luka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com