Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Kiai Ma’ruf Amin Targetkan Indonesia Produsen Halal Terbesar di Dunia pada 2024

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:06 WITA

Kiai Ma’ruf Amin Targetkan Indonesia Produsen Halal Terbesar di Dunia pada 2024

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Melihat besarnya warga muslim di Indonesia, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menargetkan Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.

“Keinginannya 2024 sudah mencapai produsen halal terbesar di dunia. Kita yakin kenapa? Karena kita punya potensi. Konsumen dalam negeri kita pasti sudah besar, tinggal bagaimana kita menjadi produsen halal sebagai global hub-nya,” kata Ma’ruf Amin pada konferensi pers usai web seminar “Indonesia menuju Pusat Produsen Halal Dunia” di Istana Wapres Jakarta, Sabtu.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Wapres, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia. Namun, selama ini Indonesia hanya berperan sebatas sebagai pemberi label halal terhadap produk yang dihasilkan oleh negara-negara lain.

“Lebih dari 50 lembaga sertifikat halal dunia itu memperoleh endorsement dari Indonesia. Jadi Indonesia memang tukang menstempel, tukang mengesahkan produk-produk halal di berbagai negara di dunia,” tukasnya.

Oleh karena itu, Wapres mendorong agar seluruh pemangku kepentingan di dunia industri dapat memanfaatkan potensi pasar halal yang dimiliki Indonesia dengan cara meningkatkan ekspor produk halal, khususnya industri makanan dan minuman.

Merujuk pada laporan Global Islamic Economic Report 2019, Ma’ruf mengatakan produsen halal terbesar di dunia saat ini dikuasai oleh Brasil dengan nilai ekspor 5,5 miliar dolar AS dan Australia dengan nilai 2,4 miliar dolar AS.

“Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia,” tegasnya.

Optimisme bagi Indonesia untuk dapat menjadi produsen halal terbesar di dunia juga diperkuat dengan potensi peningkatan konsumsi produk halal dunia yang terus meningkat setiap tahun. Permintaan pasar global terhadap produk halal pada 2018 mencapai 2,2 triliun dolar AS dan diproyeksikan mencapai 3,2 triliun dolar AS pada 2024.

“Dengan perkiraan penduduk muslim yang akan mencapai 2,2 milliar jiwa pada tahun 2030, maka angka perekonomian pasar industri halal global ini akan terus meningkat dengan pesat. Tentunya hal ini merupakan potensi yang sangat besar yang harus dimanfaatkan peluangnya oleh Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global melalui ekspor produk halal dari Indonesia,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Anjlok, Pertamina Optimalkan Efisiensi Hulu Migas
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Singgung 2 Sektor Andalan Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Panasonic Luncurkan Lemari Es yang Cocok Saat Ramadhan
apahabar.com

Ekbis

Omnibus Law, Jubir Jokowi Pede Kerek Ekonomi ke 6%
apahabar.com

Ekbis

Hasil Keputusan Rapat The Fed Ancam Rupiah Melemah
PPKM Darurat

Ekbis

Perpanjangan PPKM Darurat Tekan Rupiah ke Rp14.542
apahabar.com

Ekbis

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com